Bertemu kembali dengan kami KONSULTAN MANAJEMEN CIKARANG yang kali ini kami akan membahas artikel tentang Produksi dan Metode Produksi

Produksi dan Metode Produksi

Pengertia fungsi produksi adalah hubungan teknis antara faktor-faktor produksi dengan hasil produksinya (output). Dengan dasar inilah sehingga dikatakan bahwa Fungsi produksi menggambarkan teknologi yang dipakai oleh suatu perusahaan, suatu industri, atau suatu perekonomian secara keseluruhan. Dalam keadaan teknologi tertentu, hubungan antara faktor produksi (input) dan outputnya tercermin dalam sebuah rumusan fungsi produksi yang tertentu pula. Apabila teknologi yang digunakan berubaha, maka fungsi produksinya juga akan berubah. Dengan demikian fungsi produksi secara sederhana dapat dirumuskan: Output=f(faktor-faktor produksi)

Suatu fungsi produksi akan member gambaran kepada kita tentang metode produksi yang efisien secara teknis. Dalam pengertian, dalam metode produksi yang tertentu tersebut jumlah bahan mentah yang digunakan adalah minmal, tenaga kerja minimal, dan barang-barang modal yang lain pun juga minimal.Pendek kata, semua penggunaan input dalam proses produksi serba minimal tau serba efisien. Metode produksi yang efisien semacam ini merupakan hal yang amat diharapkan oleh seorang produsen. Oleh karena itu, metode produksi yang boros atau tidak efisien tidak diperhitungkan dalam pembicaraan tentang fungsi produksi. Pada dasarnya, yang dimaksud dengan metode produksi adalah sebagai berikut.

Pengertian metode produksi

Pengertian metode produksi adalah suatu kombinasi dari faktor-faktor produksi yang ddibutuhkan untuk memproduksikan satu unit produk. Biasanya untuk menghailkan satu unit barang dapat digunakan lebih dari satu metode atau proses, atau disebut juga sebagai kegiatan produksi.

Kita telah mengetahui bahwa faktor produksi ada bermacam-mcam. Namun, dari faktor –faktor produksi yang beberapa ini dapat disederhanakan menjadi dua saja, dimana keduanya memiliki perilaku yang berbeda yang dapat dikontraskan, yakni faktor produksi tenaga kerja dan faktor produksi modal. Dalam jangka pendek, faktor produksi tenaga kerja dianggap sebagai faktor produksi variable, yang jumlah penggunaannya sesuai dengan perubahan jumlah produksi.Sedangkan faktor produksi modal dianggap sebagai faktor produksi yang tetap (fixed), dalam arti jumlahnya tidak berubah dan tidak berpengaruh oleh perubahan jumlah produksi. Output = f(tenaga kerja dan modal).

Faktor produksi yang bersifat tetap dapat berupa tanah, mesin, gedung, dan peralatan lain. Yang secara keseluruhan dapat disebut sebagai instalasi pabrik. Besarnya faktor produksi jenis tanah, gedung, mesin dan peralatan lain tidak secara langsung ditentukan oleh jumlah produksi yang dilaksanakan. Pada saat tidak berproduksi punfaktor produksi tetap harus ada. Sedangkan besarnya faktor produksi variable tergantung dari besarnya jumlah produksi. Yang termasuk dalam faktor produksi variable misalnya bahan mentah, bahan pembantu, tenaga kerja langsung (buruh).

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya,  Apabila ada yang ingin ditanyakan atau ingin berkonsultasi seputar permasalahan bisnis dan keuangan di perusahaan, silahkan klik tombol dibawah ini dan booking sesi konsultasi gratis dengan tim kami. 

Created By : Rofiq  (D’Consulting Business Consultant)

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?