Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN AKUNTANSI JAKARTA akan membahas artikel tentang Rumus-Rumus Excel yang Sering dipakai Dalam Laporan Keuangan 

Rumus-Rumus Excel yang Sering dipakai Dalam Laporan Keuangan

Dalam membuat laporan keuangan sering kali seorang akuntan menggunakan rumus excel untuk memudahkan pekerjaan mereka. Berikut rumus excel yang sering dipakai dalam pembuatan laporan keuangan.

Rumus Excel #1. IF Tunggal dan IF Bercabang

Fungsi IF adalah fungsi logika yang paling banyak digunakan, terutama berkaitan dengan pengolahan banyak data dan keputusan bercabang.

Ada dua jenis fungsi IF, yaitu : IF Tunggal dan IF bercabang.

IF Tunggal

IF Tunggal merupakan fungsi dasar yang kegunaannya sederhana, yaitu untuk memeriksa nilai sebuah logika kemudian mengambil tindakan jika benar dan tindakan lain jika salah.

Penulisan fungsi IF Tunggal adalah sebagai berikut :

=IF(logical_test;[value_if_true];[value_if_false])

  • logical_test : kriteria acuan yang dijadikan pembanding
  • value_if_true : nilai untuk kondisi yang terpenuhi
  • value_if_false : nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi

IF Bercabang

Bila logika yang diperiksa lebih dari satu maka fungsi IF tunggal tidak bisa digunakan. Oleh karena itu maka digunakan fungsi IF bercabang.

Cara penulisan rumusnya hampir sama dengan IF Tunggal, namun karena kriteria acuan yang dijadikan pembanding lebih dari satu maka untuk nilai FALSE digunakan kembali fungsi IF berikutnya.

Sehingga penulisan rumusnya menjadi :

=IF(logical_test1;[value_if_true1];(IF(logical_test2; [value_if_true2];[value_if_false]))

  • Lihat logical_test1, jika terpenuhi maka gunakan nilai true1
  • Jika logical_test1 tidak terpenuhi, maka lihat logical_test2
  • Jika logical_test2 terpenuhi, maka gunakan nilai true2
  • Jika logical_test2 tidak terpenuhi, maka gunakan nilai FALSE.

Rumus Excel #2. SUM

Rumus ini paling banyak diketahui dan digunakan oleh pengguna Excel. Rumus SUM ini digunakan untuk menjumlahkan data dari beberapa sel.

Penulisannya adalah sebagai berikut :

=SUM(number1;[number2]:..)

  • number1 adalah sel awal
  • number2 dan seterusnya

Rumus Excel #3. SUMIF

Fungsi SUMIF digunakan untuk menjumlahkan data pada range tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Penulisan rumusnya adalah sebagai berikut :

=SUMIF(range;criteria;[sum_range])

  • range : range kriteri
  • criteria : kriteria yang menjadi acuan
  • sum_range : range jumlah dari kriteria

Rumus Excel #4. COUNTA

Rumus COUNTA digunakan untuk menghitung jumlah kolom dan baris yang tidak blank.

Penulisan rumus ini adalah :

=COUNTA(value1;[value2]; …)

  • value1 : nilai pada kolom/baris pertama
  • value2 : nilai pada kolom/baris kedua dan setereusnya

Rumus Excel  #5. SLN, DB

Fungsi SLN

Rumus excel SLN digunakan untuk menghitung nilai penyusutan aktiva tetap dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).

Penulisan rumusnya adalah seperti berikut :

=SLN(cost;salvage;life)

  • cost : harga perolehan barang
  • salvage : taksiran nilai sisa (residu)
  • life : taksiran umur ekonomis

Fungsi DB

Rumus excel DB digunakan untuk menghitung nilai penyusutan aktiva tetap dengan menggunakan metode saldo menurun (declining balance method).

Penulisan rumusnya seperti ini :

=DB(cost;salvage;life;periode;[month])

  • cost : harga perolehan barang
  • salvage : taksiran nilai sisa (residu)
  • life : taksiran umur ekonomis
  • periode : periode penyusutan
  • month : bulan ke berapa dalam periode penyusutan

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Isna  (D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?