Kali ini kami Konsultan Pajak Palu akan membahas mengenai kenaikan PTKP yang terjadi di tahun 2016 ini dan apa dampaknya.

Konsultan Pajak Palu

Konsultan Pajak Palu

Konsultan Pajak Palu

Baru-baru ini disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang Kenaikan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dari 36 Juta menjadi 54 juta. Kebijakan ini membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia ditengah lesunya perekonomian dunia. Pasalnya dengan kenaikan PTKP ini akan mendorong komsumsi domestik sehingga akan berdampak baik pada ekonomi Indonesia.

Pemerintah saat ini mendorong konsumsi domestik akibat lesunya pasar ekspor. Lesunya pasar ekspor akibat krisis ekonomi yang terjadi di Yunani dan diikuti oleh turunnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok, tiongkok memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi nasionalnya dikarenakan anjloknya komoditas ekspor utama Tiongkok. Hal ini sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. Indonesia selama ini menjadikan pasar Tiongkok sebagai tujuan utama ekspor komoditas Indonesia.  Menurut kami Konsultan Pajak Palu, dengan melemahnya perekonomian Tiongkok, otomatis permintaan ekspor tiongkok menurun. Oleh karena itu kebijakan pemerintah mengenai kenaikan PTKP dinilai sebagai langkah yang tepat dan diapresiasi banyak kalangan.

Dengan kenaikan PTKP ini akan meningkatkan komsumsi sektor rumah tangga sehingga permintaan barang akan meningkat.  Perlu diketahui bahwa Penghasilan tidak Kena Pajak  adalah dasar pengurang  penghasilan netto kena pajak. Jika PTKP ini besar maka akan meningkatkan penghasilan sehingga itu bisa digunakan untuk keperluan konsumsi. Sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah yang selama ini dikenai pajak. Bagi mereka, kebijakan ini akan sangat terasa karena mereka akan bebas dari pajak dimana rata-rata penghasilan buruh  atau pun staff biasa masih standar upah minimum regional. Menurut Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, dampak dari kebijakan ini, konsumsi rumah tangga akan naik 0,3% dan PDB 0,16%, serta penyerapan tenaga  kerja 40 ribu. Namun, kebijakan ini akan sia-sia jika Pemerintah tidak dapat mengendalikan inflasi. Selama ini, setiap terjadi kenaikan penghasilan masyrakat, harga kebutuhan pokok juga ikut naik. Sehingga tidak terlalu berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Justru yang terjadi adalah semakin lebarnya kesenjangan sosial antara masyarakat yang berpenghasilan rendah dan yang penghasilan tinggi. Oleh karena itu, kenaikan PTKP ini harus diikuti dengan pengendalian inflasi agar perekonomian terus tumbuh positif.

 

Sekian artikel yang kami bahas, apabila ada yang kurang jelas dari artikel atau ada yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi di 031 – 734 6576 / 087 777 510 668 / 0821 3232 8778

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?