Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN SISTEM CIKARANG akan membahas artikel tentang Definisi Kesulitan Keuangan Sesuai Dengan Tipenya

Kesulitan Keuangan Sesuai Dengan Tipenya

Ada beberapa definisi kesulitan keuangan sesuai dengan tipenya, yaitu : economic failure, business failure, technical insolvency, insolvency in bankruptcy, dan legal bankruptcy.

  1. Economic failure

Economic failure atau kegagalan ekonomi adalah keadaan dimana pendapatan perusahaan tidak dapat menutupi total biaya, termasuk cost of capitalnya. Bisnis ini dapat melanjutkan operasinya sepanjang kreditur mau menyediakan modal dan pemiliknya mau menerima tingkat pengembalian (rate of return) di bawah pasar. Meskipun tidak ada suntikan modal baru saat aset tua sudah harus diganti, perusahaan dapat juga menjadi sehat secara ekonomi

  1. Business failure

Kegagalan bisnis didefinisikan sebagai bisnis yang menghentikan operasi dengan akibat kerugian kepada kreditur. Dimana kondisinya perusahaan tidak dapat melanjutkan kegiatan operasinya dikarenakan biaya atau modal yang kurang sehingga memaksa perusahaan harus berhenti beroperasi.

  1. Technical insolvency

Sebuah perusahaan dikatakan dalam keadaan technical insolvency jika tidak dapat memenuhi kewajiban lancar ketika jatuh tempo.Ketidakmampuan membayar hutang secara teknis menunjukkan kekurangan likuiditas yang sifatnya sementara, yang jika diberi waktu, perusahaan mungkin dapat membayar hutangnya dan survive. Di sisi lain, jika technical insolvency adalah gejala awal kegagalan ekonomi, ini mungkin menjadi perhentian pertama menuju bencana keuangan (financial disaster).

  1. Insolvency in bankruptcy

Sebuah perusahaan dikatakan dalam keadaan Insolvent in bankruptcy jika nilai buku hutang melebihi nilai pasar aset. Kondisi ini lebih serius daripada technical insolvency karena, umumnya, ini adalah tanda economic failure, dan bahkan mengarah kepada likuidasi bisnis.

Perusahaan yang dalam keadaan insolvent in bankruptcy tidak perlu terlibat dalam tuntutan kebangkrutan secara hukum. Namun insolvency banckruptcy dapat dicegah dengan cara-cara seperti melakukan penghematan perusahaan atau adanya peraturan/kebijakan tentang penghematan dan dengan melakukan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi.

  1. Legal bankruptcy

Perusahaan dikatakan bangkrut secara hukum jika telah diajukan tuntutan secara resmi dengan undang-undang. Dimana di dalam undang-undang di sahkan bahwa perusahaan tersebut telah gagal, dimana perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya.

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Adi  (D’Consulting Business Consultant)

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?