Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN MANAJEMEN JAKARTA akan membahas artikel tentang Warehouse Operasional 

Warehouse Operasional

Gudang merupakan tempat penyimpanan barang sementara yang digunkan selama proses opersional perusahaan baik itu dai proses jual beli sampai proses produksi.

secara rinci sistem manajemen gudang atau manajemen warehouse ini diartikan sebagai pengelolaan dari aktifitas yang saling berhubungan untuk melakukan penyimpanan barang sementara. beberapa kegiatan penyimpanan barang sementara ini terbagi atas penerimaan bahan baku / barang dari pemasok, handling barang dan pengeluaran barang ke tujuan baik untuk produksi maupun penjualan secara langsung.

Menurut  kami Konsultan Manajemen Jakarta dengan hal ini maka dapat diberikan pengertian bahwa kegiatan manajemen warehouse ini terdiri atas beberapa aktivitas sederhana dalam gudang yang terbagi atas kegiatan antara lain yaitu :

  1.  kegiatan administrasi

Kegiatan pengeluaran dan pemasukkan dana yang ada dalam perusahaan ini diatur seluruhnya dalam aktivitas administrasi. semua kegiatan pendanaan yang dilakukan dalam administrasu ini diupayakan tercatat seluruh untuk memudahkan pelaksanaan pengembangan produksi perusahaan kaitannya dengan manajemen warehouse. kegiatan ini memproses semua dokumen yang berhubungan dengan gudang sampai pada pencatatan sehingga dapat menciptakan laporan-laporan pendukung untuk gudang, seperti mutasi stock, list barang masuk, list barang keluar

  1. Penerimaan barang

Aktivitas penerimaan barang diatur sepenuhnya untuk bisa memetakan besaran dana dan produk yang didapatkan oleh perusahaan.

Kegiatan ini sepenuhnya melakukan aktivitas penerimaan barang dari pemasok atau barang hasil produksi dan barang retur, dimana berkewajiban untuk membuat dokumen atas data barang yang sudah di terima dan pengecekan atas barang tersebut sudah sesuai dengan data.

  1. Penyimpanan dan penataan barang

Penataan barang tidak kalah pentingnya dengan penyimpanan karena untuk penataan barang sangat di perlukan agar proses keluar masuk barang lebih efisien. Ada banyak jenis penataan barang dengan banyak metode penataan yang sangat beragam, mulai dari pengalokasian barang, penempatan barang di lihat dari segi berat, lebar dan tinggi barang.

  1. Pengepakkan barang ke tempat yang dituju

Pengepakkan barang ini dilakukan untuk memastikan kondisi barang yang dikirimkan ke konsumen dalam kondisi yang baik. Pengepakkan barang ini juga diatur dalam manajemen warehouse.

  1. Pengeluaran barang

Beberapa barang yang keluar dari perusahaan ini semua tercatat dengan rapi pada perusahaan. Pengeluaran barang produksi ini dilakukan untuk menciptakan suasana produksi yang tertib dan efisien.

 

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Rofiq  (EC Of D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?