Kali ini kami D’Consulting Business Consultant akan membahas hal-hal yang perlu diketahui oleh pengusaha dalam Membaca Laporan Keuangan.

Konsultan Bisnis Bali

Membaca Laporan Keuangan

Membaca Laporan Keuangan

Ternyata ketika disurvey, banyak sekali pimpinan perusahaan yang tidak membaca laporan keuangan secara benar. Banyak dari para pimpinan perusahaan yang hanya membaca laporan keuangan hanya berdasarkan laporan laba rugi saja dan mungkin laporan hutang usaha. Tapi apakah hal tersebut benar?

Menurut kami D’Consulting Business Consultant, Membaca laporan keuangan tidak hanya berdasarkan berapa banyak laba atau rugi yang didapat oleh perusahaan, namun juga berasal dari berbagai lini laporan yang harus diketahui oleh pimpinan. Ternyata laporan keuangan terdiri dari beberapa banyak laporan seperti laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas dan laporan lain. Baiklah, kita akan coba bahas satu persatu mengenai bagaimana cara untuk membaca laporan keuangan ini.

Beberapa macam dari laporan keuangan :

  1. Laporan Laba Rugi : Laporan laba rugi identik dengan laporan yang mencatat hasil penjualan dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu. Hasil dari laporan keuangan tersebut adalah berupa perusahaan tersebut menerima keuntungan atau kerugian pada posisi tertentu.
  2. Laporan Neraca : Menunjukkan posisi aset, hutang serta modal yang dimiliki oleh perusahaan. Laporan ini menunjukkan kondisi dari kesehatan dari suatu perusahaan secara keseluruhan.
  3. Laporan Arus Kas : Laporan ini menunjukkan kondisi arus kas masuk dan keluar yang dimiliki oleh perusahaan.
  4. Laporan Lain Seperti Buku Piutang, Buku Hutang dan Buku Stok.

Untuk menilai kesehatan dari suatu perusahaan, memang biasanya ada 3 laporan yang digunakan, yaitu : laporan laba rugi, laporan neraca dan laporan arus kas. Lalu apa saja yang harus diperhatikan pada saat kita melihat ketiga laporan tersebut? Mari kita bahas satu persatu.

  • Untuk laporan laba rugi sebaiknya kita memperhatikan untuk presentase laba rugi kotor dan laba rugi bersih. Hal tersebut tersebut bertujuan agar kita dapat melihat keuntungan yang diterima oleh perusahaan apa sudah mencapai batas wajar atau tidak. Lalu dari presentase laba rugi ini juga bisa kita perhitungankan dari lama Return On Investment (ROI) yang akan diperoleh perusahaan. Sedangkan dikolom biaya, kita bisa perhatikan apakah biaya yang dimiliki oleh perusahaan sudah over atau malah masih dalam batas wajar. Apabila sudah dalam posisi over, maka tindakan apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk menghemat biaya-biaya tersebut, tanpa mengurangi produktivitas perusahaan.
  • Untuk laporan neraca sebaiknya kita memperhatikan keseimbangan posisi kas, piutang usaha, persediaan, aktiva tetap, hutang, ekuitas dan sebagainya. Hal ini dilakukan dengan tujuan jangan sampai posisi aktiva atau pasiva yang dimiliki perusahaan berlebihan hanya diposisi tertentu, yang mana berakibat pada ketidak efisiensian suatu komponen pada laporan keuangan. Seperti misal saldo persediaan pada posisi yang tinggi, hal ini akan berpengaruh pada waktu perputaran persediaan yang lebih lama dan akhirnya berdampak pada biaya penyimpanan persediaan yang cukup besar, serta biaya kerusakan persediaan ataupun barang yang tidak terjual.
  • Untuk laporan cash flow kita harus melihat kas dan setara kas yang ada diperusahaan digunakan untuk aktivitas apa saja. Apakah habis untuk aktivitas operasi atau malah habis untuk aktivitas investasi. Hal ini dapat memudahkan perusahaan untuk menilai kemana aliran dana perusahaan banyak digunakan.

Sekian artikel ini semoga dapat membantu memberikan pemahaman lebih kepada bapak/ibu pimpinan perusahaan. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut tentang bagaimana menilai kesehatan laporan keuangan perusahaan anda, silakan hubungi kami di 031 734 6576 / 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 0812 3232 9638.

 

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?