Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas mengenai PSAK no 13 mengenai Properti Investasi

PSAK no 13 mengenai Properti Investasi

PSAK no 13 mengenai Properti Investasi

PSAK no 13 mengenai Properti Investasi

Properti saat ini bisa dikatakan adalah sektor yang paling menarik dan prospektif digunakan untuk melakukan investasi. Karena nilai property diyakini selalu mengalami kenaikan harga jual bila dibandingkan sektor investasi yang lain. Apalagi bila didukung dengan kebutuhan akan lahan dan tempat tinggal semakin tinggi. Karena saat ini pertumbuhan penduduk semakin meningkat sedangkan lahan untuk tempat tinggal tetap otomatis akibatnya permintaan akan lebih tinggi dari pada ketersediaan lahan. Hal inilah yang menyebabkan investasi disektor property akan selalu mengalami kenaikan dan dikatakan sebagai sector investasi yang paling menjanjikan dan prospektif dibanding sektor investasi yang lain semisal Emas.  PSAK no 13 mengenai Properti Investasi memberikan pengetahuan pada penduudk yang gemar melakukan investasi di bidang property.

Bukti bahwa property sedang naik daun adalah dengan naiknya harga property dan sewa property yang terjadi dikuartal 1 tahun 2016, memang kenaikan harga ini berakibat pada penurunan nilai pembelian property akan tetapi secara pastinya nilai property selalu mengalami kenaikan walupun tingkat pembelian masyarakat turun.

Faktor lain yang mempengaruhi naiknya nilai properti adalah saat ini maraknya proyek pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat permintaan akan lahan semakin tinggi serta dengan adanya proyek pembangunan infrastruktur pemerintah maka berimbas pada bangunan disekitarnya akan bertambah mahal nilai jualnya karena berdekatan dengan sarana umum. Kenaikan ini juga dapat dibuktikan oleh banyaknya pembangunan property di beberapa kota besar salah satunya adalah di DKI Jakarta dimana pesatnya pembangunan property di kawasan Jakarta dapat dilihat dari diagram dibawah ini.

Ternyata selain dalam sisi investasi, property juga telah diatur dalam PSAK no 13 yang membahas masalah properti investasi. Hal ini mengindikasikan bahwa property sudah masuk sebagai entitas yang diperhitungkan dalam sisi akuntansi. Pengaturan yang di bahas dalam PSAK no 13 menerapkan pengukuran hak atas properti investasi dalam sewa dicatat sebagai sewa pembiayaan dalam laporan keuangan lessee dan untuk pengukuran property investasi yang diserahkan kepada lessee yang dicatat sebagai sewa operasi dalam laporan keuangan lessor. Dalam Psak no 13 diatur bahwa property yang masih dalam pengembangan atau pembangunan maka langsung diakui sebagai investasi property, dimana hal ini berdasarkan revisi PSAK no 13 2007 yang menyebutkan bahwa property yang masih dalam tahap pembangunan atau pengembangan maka diakui dahulu sebagai aset tetap sampai property tersebut selesai dibangun atau sudah jadi, maka harus direklasifikasi menjadi investasi property. Kemudian entitas juga berhak menggunakan nilai wajar sebagai pilihan untuk menentukan nilai property yang sedang dibangun.

Dalam PSAK no 13 menganggap nilai wajar sama dengan biaya perolehan, sama dalam artian adalah keduanya dapat digunakan sebagai penentu nilai suatu property yang sedang dibangun. Dimana Biaya perolehan menurut PSAK no 13 adalah jumlah kas atau setara kas yang dikeluarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau pembangunan atau nilai yang diatribusikan ke aset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan dalam PSAK. Sedangkan nilai wajar menurut PSAK no 13 adalah suatu jumlah yang akan digunakan untuk mengukur aset yang dapat dipertukarkan melalui suatu transaksi yang wajar (arms length transaction) yang melibatkan pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai.

Property investasi dalam PSAK no 13 adalah property ( tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduanya dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administrative dan tidak untuk djual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Contoh property investasi sesuai PSAK no 13 adalah

  • Tanah yang dikuasai dalam jangka panjang untuk kenaikan nilai dan bukan untuk dijual jangka pendek dalam kegiatan usaha sehari-hari
  • Tanah yang dikuasai saat ini yang penggunanya dimasa depan belum dapata ditentukan (jika entitas belum menentukan penggunaan tanah sebagai property yang digunakan sendiri atau akan dijual jangka pendek dalam kegiatan usaha sehari-hari, tanah tersebut diakui sebagai tanah yang dimiliki dalam rangka kenaikan nilai.
  • Bangunan yang dimiliki oleh entitas dan disewakan kepada pihak lain melalui satu atau lebih sewa operasi
  • Bangunan yang belum terpakai tetapi tersedia untuk disewakan kepada pihak lain melalui satu atau lebih sewa operasi
  • Property yang dalam proses pembangunan dan pengembangan yang dimasa depan akan digunakan sebagai property investasi

Sekian artikel ini dibahas, apabila ada yang kurang jelas dari artikel atau ada yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi di 031 – 734 6576 / 087 777 510 668 / 0821 3100 8700

Created by : Adi Dwi Prasetyo (EC of D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?