Kali ini, team D’Consulting Business Consultant akan mencoba memberi paparan mengenai neraca sebagai gambaran perusahaan

Neraca sebagai Gambaran Perusahaan

Neraca sebagai Gambaran Perusahaan

Neraca sebagai Gambaran Perusahaan

Neraca sebagai gambaran perusahaan karena neraca merupakan bentuk laporan yang melaporkan aset, kewajiban dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, dengan kata lain neraca adalah laporan kekayaan perusahaan. Di laporan neraca ini terjadi keseimbangan antara aset,  kewajiban dan ekuitas. Artinya bahwa total aset harus sama dengan total kewajiban dan ekuitas. Nah, dari sinilah pengguna dapat mengukur sendiri kira-kira harta perusahaan lebih banyak berasal dari pinjaman atau dari modal perusahaan sendiri. Seorang pengguna harus jeli, meskipun dalam neraca perusahaan memiliki aset yang besar namun pembiayaan yang dilakukan perusahaan lebih banyak berasal dari pinjaman. Maka perusahaan tersebut dapat dikatakan beresiko. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas komponen neraca satu per satu.

Penjelasan ini akan dimulai dengan posisi yang paling likuid yakni aset lancar. Aset lancar terdiri kas dan aset lainnya yang meliputi persediaan, piutang maupun piutang lain-lain. aset lancar ini diharapkan akan dapat dikonversi  menjadi kas, dijual atau dikonsumsi dalam waktu satu tahun siklus operasi perusahaan, tergantung mana yang paling lama. Siklus operasi normal perusahaan (normal operating cycle) adalah lamanya waktu yang dibutuhkan perusahaan mulai dari membeli barang dagangan dari pemasok, menjualnya kepada pelanggan secara kredit, sampai pada diterimanya penagihan piutang usaha atau piutang dagang. Salah satu komponen dari aset lancar yakni kas merupakan elemen paling likuid yang berupa uang logam, uang kertas, cek, wesel pos maupun deposito. Kebanyakan perusahaan yang memiliki kas berlebih akan lebih memilih menginvestasikan ke investasi jangka pendek yang mana jika sewaktu-waktu membutuhkan sejumlah kas maka dapat segera dicairkan. Komponen lain dari aset lancar adalah piutang usaha dan persediaan. Piutang usaha adalah jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang usaha biasanya diperkirakan akan dapat ditagih dalam jangka waktu yang relatif pendek , biasanya dalam kurun waktu 30 sampai 60 hari. Sedangkan persediaan memiliki beberapa arti tergantung jenis perusahaan. Perusahaan dagang atau retail mengartikan persediaan sebagai barang dagang. Sedangkan perusahaan manufaktur menyebut mengartikan persediaan sebagai bahan baku yang nantinya akan diproses menjadi barang jadi yang siap dijual.

Selanjutnya, komponen neraca yang kedua adalah aset tidak lancar atau aset tetap. Aset tetap merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen. Mereka merupakan aset berwujud (tangible assets) karena terlihat secara fisik. Aset tersebut dimiliki dan digunakan oleh perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai bagian dari kegiatan operasi normal perusahaan. kemudian komponen berikutnya dari neraca adalah kewajiban. Kewajiban terdiri dari 2 yaitu kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar. Kewajiban lancar adalah kewajiban yang diperkirakan akan dibayar dengan menggunakan aset lancar lainnya dan harus segera dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan. Ke empat adalah ekuitas. Ekuitas adalah struktur modal. Dalam ekuitas ini terdapat modal disetor dan laba ditahan. Modal disetor ini adalah keseluruhan jumlah kas dan aset lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Sedangkan, laba ditahan timbul akibat hasil dari kegiatan perusahaan. Namun dalam neraca ini ada beberapa keterbatasan yang harus pengguna ketahui. Neraca cenderung mengabaikan inflasi, tidak mencerminkan nilai perusahaan saat ini (current value of entity), tidak mengungkap seluruh aset dan kewajiban perusahaan, serta kurangnya memiliki daya banding.

Sekian artikel ini dibahas, apabila ada yang kurang jelas dari artikel atau ada yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi di 031 – 734 6576 / 087 777 510 668 / 0821 3100 8700

Created by : Badrut Tamam (EC of D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?