Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai Fraud  yang rentan terjadi di dunia usaha

 

Fraud

Fraud

Fraud 

Dalam dunia keuangan, istilah fraud kerap kali terdengar untuk menyebut perbuatan curang yang dilakukan oleh staf/karyawan atau pun manajer dengan cara menyajikan laporan yang tidak benar atau melakukan penggelapan terhadap aset sehingga membuat perusahaan tempat mereka bernaung mengalami kerugian. Sudah pasti fraud ini melanggar hukum karena  mereka melakukan manipulasi laporan keuangan dengan motif hanya untuk mencari keuntungan atau memperkaya diri sendiri atau pun golongan dengan mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Fraud ini menurut The Association of Certified Examiners (ACFE) atau asosiasi pemeriksa keuangan bersefitifikat, yang merupakan organisasi profesional bergerak dibidang pemeriksaan atas kecurangan yang terjadi di Amerika Serikat yang memiliki tujuan untuk memberantas kecurangan, mengklasikasikan fraud menjadi 3 jenis utama yaitu:

  1. Penyimpangan atas aset (Asset Missappropriation).

Penyimpangan atas aset merupakan bentuk penyalahgunaan, pencurian aset atau harta perusahaan atau pihak lain. Penyimpangan jenis ini paling mudah dideteksi  karena sifatnya tangible atau diukur/dihitung (defined Value). Misalnya saja ketika karyawan diberikan mobil dinas oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Namun si staf menyalahgunakan mobil dinas tersebut dengan menyewakan ke orang lain untuk mendapatkan pendapatan. Perbuatan yang dilakukan oleh karyawan tersebut tergolong penyimpangan dengan menyalahgunakan aset yang diberikan oleh perusahaan. contoh lain seperti kepala gudang yang bertanggungjawab atas stock perusahaan, namun mereka menjual sebagian stock tersebut tanpa sepengetahuan perusahaan hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Perbuatan  staf tersebut tergolong pencurian aset dimana untuk mendeteksi kecurangan tersebut cukup mudah karena stock tersebut mudah diukur sehingga perusahaan tinggal mencocokan bukti fisik dengan laporan gudang.

  1. Pernyataan palsu (Fraudulant Statement).

Tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan (financial engineering) dalam penyajian laporan keuangan untuk memperoleh keuntungan atau mungkin dapat dianalogikan dengan istilah window dressing. Tindakan yang dilakukan oleh managemen ini untuk mengelabui pemegang saham yang bertujuan seolah-olah perusahaan yang mereka tangani dalam kondisi sehat, padahal kondisi perusahaan sedang mengalami masalah. Misalnya perusahaan sebenarnya sedang mengalami kerugian, namun dalam laporan yang tersaji perusahaan mengalami keuntungan. Nah, tindakan manajemen ini tergolong pernyataan palsu karena tidak menampilkan laporan perusahaan yang sebenarnya.

  1. Korupsi (Corruption)

Jenis fraud ini yang paling sulit dideteksi karena menyangkut kerjasama dengan pihak lain seperti suap dan korupsi, dimana hal ini yang merupakan jenis yang terbanyak di negara-negara berkembang yang penegakan hukumnya lemah dan masih kurang kesadaran akan tata kelola yang baik sehingga faktor integritasnya masih dipertanyakan . Fraud jenis ini sering kali tidak dapat dideteksi karena para pihak yang bekerja sama menikmati keuntungan (simbiosis mutualisme). Termasuk didalamnya adalah penyalahgunaan wewenang/konflik kepentingan (conflict of interest), penyuapan (bribery), penerimaan yang tidak sah/illegal (illegal gratuities), dan pemerasan secara ekonomi (economic extortion). Korupsi ini yang sering terjadi di Indonesia, hampir setiap hari diberitakan oleh media elektronik terkait penangkapan yang pejabat maupun pengusaha yang melakukan korupsi. Tindakan yang dilakukan oleh pengusaha dengan memberi imbalan terhadap pejabat negara untuk mendapat kemudahaan maupun untuk memenangkan lelang proyek pemerintah, sehingga ketika proyek berjalan, kualitasnya pun dipertanyakan karena dari awal sudah syarat kepentingan. Kebanyakan yang terjadi, mereka menggarap proyek tersebut asal-asalan. Perbuatan itu termasuk dalam kategori korupsi.

Itu lah jenis-jenis fraud menurut ACFE. Apapun alasannya, perilaku fraud tidak dibenarkan karena tidak hanya merugikan perusahaan namun juga kondisi ekonomi secara keseluruhan.

 

Sekian artikel mengenai fraud, apabila ada yang kurang jelas dari artikel atau ada yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi di 031 – 734 6576 / 087 777 510 668 / 0821 3100 8700

Created by : Badrut Tamam (EC of D’Consulting Business Consultant)

 

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?