Kali ini Konsultan Sistem Lombok ingin membahas perihal bagaimana melakukan pengontrolan keuangan yang baik agar anda tidak terjadi kebocoran cash.

Konsultan Sistem Lombok

Konsultan Sistem Lombok

Konsultan Sistem Lombok

Pada dasarnya posisi keuangan merupakan posisi yang rentan, dikarenakan uang bersifat liquid dan mudah sekali dilakukan penyelewengan terhadap hal tersebut. lalu bagaimana caranya agar dapat melakukan pengontrolan dalam bidang uang ini? Marilah kita bahas satu persatu.

Biasanya kami Konsultan Sistem Lombok, akan memberikan saran kepada para klien, bahwa sebaiknya untuk pemegang kas dibagi menjadi 2, yaitu bagian kas kecil dan kas besar. Kas kecil biasanya digunakan untuk mengeluarkan uang tunai dimana nilai pengeluaran per nota kurang dari Rp 250.000,-, sedangkan untuk kas besar digunakan untuk mengeluarkan pengeluaran per nota lebih dari dari Rp 250.000,- dan kurang dari Rp 1.000.000,-. Untuk pengeluaran dengan nominal lebih dari Rp 1.000.000,- per nota sebaiknya dilakukan pembayaran menggunakan sistem transfer/BG/Check.

Dengan hal yang dilakukan diatas, biasanya akan sedikit meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyelewengan. Lalu setelah hal tersebut dilakukan, biasanya atur prosedur permintaan pengisian kas kecil dan kas besar, yang mana mengharuskan finance kas untuk memberikan lampiran bukti pengeluaran selama pemakaian kas tersebut. Pastikan bahwa seluruh pemakaian sudah dilengkapi dengan bukti yang riil dan jelas. Periksa bukti- bukti yang dirasa janggal dan pertanyakan kepada bagian finance terhadap bukti tersebut. jangan sampai ada bukti yang kurang pas namun anda biarkan dan tidak anda pertanyakan.

Lalu biasakan kalau bisa seluruh pembayaran kepada pihak supplier dilakukan menggunakan sistem transfer/BG/check. Apabila melakukan pembayaran menggunakan BG/Check pastikan juga sudah menulis nama supplier yang dimaksud dan nomor rekeningnya. Lalu apabila anda menerima pembayaran dari customer pun, biasakan menggunakan sistem transfer/BG/Check. Hal itu juga bisa menghindari terjadinya penyelewengan dari pihak sales. Biasakan menginfo kepada customer agar menuliskan nomor rekening dan nama perusahaan pada BG/Check yang hendak dibayarkan kepada perusahaan.

Terakhir persiapkan form untuk update data supplier, yang mana form update data ini akan menjadi bentuk pertanggungjawaban nomor rekening supplier, agar tidak terjadi manipulasi oleh pihak manapun. Pastikan form tersebut sudah di tandatangani dan distempel perusahaan. jangan melakukan pembayaran kepada supplier yang belum mengisi form tersebut, karena bisa berindikasi kecurangan dari pihak lain.

Sekian artikel ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Apabila ada yang ingin ditanyakan kepada kami mengenai artikel ini ataupun permasalahan perusahaan anda, silakan hubungi kami di 031 734 6576 / 087 777 510 668 / 0812 3232 9638.

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?