Artikel kali ini akan membahas mengenai KEDISIPLINAN MENGGUNAKAN SAK ETAP MENUNJANG POLA PIKIR USAHA MIKRO

Konsultan, konsultan pajak, konsultan pajak surabaya

Usaha kecil ataupun usaha baru memerlukan standarisasi yang baik agar pola manajemen terkontrol meskipun dengan karyawan/i yang tidak banyak, dan minimal dalam usaha mikro memiliki laporan keuangan atau catatan akuntansi yang baik, guna mengetahui ukuran perusahaan mengalami peningkatan atau penurunan disetiap periodik. Dengan kehadiran konsep standar akuntansi keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

SAK ETAP bertujuan untuk menciptakan fleksibilitas dalam penerapannya dan diharapkan memberi kemudahan akses ETAP kepada pendanaan dari perbankan. SAK ETAP merupakan SAK yang berdiri sendiri dan tidak mengacu pada SAK Umum, sebagian besar menggunakan konsep biaya historis, mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP serta bentuk pengaturan yang lebih sederhana dalam hal perlakuan akuntansi dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun.

SAK ETAP menjadi harapan untuk dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM menjadi lebih baik dari yang ada saat ini. Implementasinya masih menemui kendala yang dikhawatirkan menghambat penerapan SAK. Kendala terbesar adalah masih rendahnya pemahaman para pengusaha UMKM yang kelak akan menggunakan SAK ini. Selain itu, pihak perbankan atau lembaga UMKM saat ini pun masih banyak yang belum sepenuhnya memahami mengenai SAK ETAP. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak-pihak terkait (seperti IAI, Kementerian KUKM) bahwa selama ini pemberian informasi dan sosialisasi masih belum efektif dan mencapai target yang diinginkan.

Keuntungan dan manfaat yang didapat menggunakan SAK ETAP yaitu:

  • Kemudahan penyusunan laporan keuangan

Karena penyederhanaan PSAK yang dilakukan oleh SAK ETAP sangatlah memudahkan bisnis UKM untuk membangun penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan ini dapat digunakan oleh UKM untuk menentukan sikap sebelum mengajukan pinjaman.

  • Kemungkinan mendapat pinjaman yang lebih besar

UKM akan dengan mudah menyusun laporan keuangan sendiri yang dapat diaudit sekaligus mendapat opini audit. Hal ini akan memudahkan pengusaha UKM untuk mendapatkan pinjaman dari pihak eksternal seperti bank atau perusahaan finansial lainnya.

  • Dapat digunakan dalam beberapa tahun kedepan

SAK ETAP didesain secara dinamis dengan mengikuti perkembangan zaman saat ini. Hal ini membuat standar keuangan bisa digunakan hingga beberapa tahun kemudian sehingga bisnis UKM tak perlu lagi bingung mencari standar pelaporan keuangan yang mudah dan efisien.

 

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam SAK ETAP (2009), laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan, dan laporan keuangan yang lengkap meliputi :

  • Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca minimal mencakup pos – pos berikut kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lainnya, persediaan, properti investasi, aset tetap, aset tidak berwujud, utang usaha dan utang lainnya, aset dan kewajiban pajak, kewajiban diestimasi, ekuitas.
  • Laporan laba rugi menyajikan hubungan antara penghasilan dan beban dari entitas. Laba sering digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar untuk pengukuran lain, seperti tingkat pengembalian investasi atau laba persaham. Unsur–unsur laporan keuangan yang secara langsung terkait dengan pengukuran laba adalah penghasilan dan beban. Laporan laba rugi minimal mencakup pos–pos sebagai berikut : pendapatan, beban keuangan, bagian laba rugi atau rugi dari investasi yang menggunakan metode ekuitas, beban pajak, laba atau rugi neto.
  • Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara kas entitas, yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
  • Catatan atas laporan keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi pos – pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam lapran keuangan.

 

Harapan pemerintah agar pengusaha UMKM dapat mandiri untuk melaporkan aktivitas rutin perusahaan di indonesia, serta meningkatkan perekonomian indonesia dengan diadakan audit eksternal menunjang kualitas perusahaan dan pajak di indonesia.

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Alif (EC Of D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?