Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN AKUNTANSI CIKARANG akan membahas artikel tentang Biaya Tidak Langsung Dalam Akuntansi

Pengelolaan Kas Kecil

Biaya Tidak Langsung Dalam Akuntansi

Dalam dunia usaha, perusahaan pasti selalu mengeluarkan biaya biaya. Ketika perusahaan menginginkan barang ataupun jasa perusahaan pasti membutuhkan biaya. Seperti pada saat perusahaan akan menggunakan listrik, telepon dan air, perusahaan juga membutuhkan biaya.

Dalam akuntansi, biaya adalah pengorbanan ekonomis untuk memperoleh barang atau jasa. Singkatnya, biaya merupakan kas ataupun setara kas yang dibayarkan seseorang ataupun perusahaan untuk memperoleh tujuan akhir tertentu seperti barang maupun jasa yang dapat dirasakan manfaatnya saat ini ataupun dimasa yang akan datang. Biasanya, perusahaan mengeluarkan biaya-biaya yang bertujuan untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

Secara akuntansi, biaya dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang dapat ditelusur ke objek biaya. Contoh biaya langsung adalah biaya bahan baku. Sedangkan, biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat ditelusur secara langsung ke objek biaya. Contoh dari biaya tidak langsung adalah biaya overhead pabrik.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang biaya tidak langsung. Sesuai penjelasan sebelumnya, biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat ditelusur secara langsung ke objek biaya. Maksudnya, biaya tidak langsung merupakan biaya yang tidak dapat secara akurat dikaitkan dengan objek biaya. Objek biaya yang dimasud dapat berupa produk, departemen proyek dan lain sebagainya.

Sebagai ilustrasi, dalam departemen produksi terdapat banyak karyawan yang adapada departemen tersebut seperti staff produksi, mandor serta kepala bagian produksi. Ketika dapartemen produksi melakukan proses produksi kursi, maka biaya gaji dari seluruh karyawan tersebut harus dibebankan sebagai biaya produksi. Namun, untuk gai mandor serta kepala bagian produksi dikategorikan sebagai biaya tidak langsung. Mengapa demikian? Karena biaya gaji mandor dan kepala bagian produksi tidak dapat didefinisikan secara pasti berapa nilai yang harus dialokasikan pada tiap unit kursi yang dihasilkan. Lain halnya dengan biaya gaji staff produksi. Katakanlah setiap hari staff produksi digaji senilai Rp100.000 dan pada hari ini staff produksi menghasilkan 10 unit kursi. Maka biaya gaji staff produksi yang dialokasikan pada tiap unit kursi dapat dihitung dengan membagi gaji staff tiap hari dan hasil produksi sehingga diperoleh nilai Rp10.000,- yang harus dibebankan pada tiap unit produk.

Jadi, apakah saat ini anda telah dapat menentukan biaya tidak langsung apa saja yang ada pada perusahaan anda?

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Dwiki  (D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?