Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN MANAJEMEN JAKARTA akan membahas artikel tentang Cash Opname

Cash Opname

Di dunia akunting tentunya kita tidak asing lagi dengan laporan keuangan yang mana di dalamnya ada neraca, laporan laba – rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, rasio keuangan yang umumnya dibuat oleh para akuntan. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu komponen neraca yaitu kas dan bagaimana cara melakukan pemeriksaan kas / opname kas pada suatu perusahaan.

Kas adalah komponen aktiva yang paling aktif dan sangat mempengaruhi setiap transaksi yang terjadi. Hal ini dikarenakan setiap transaksi memerlukan sutau dasar pengukuran yaitu kas. Walaupun perkiraan kas tidak langsung terlibat dalam transaksi tersebut, besarnya nilai transaksi tetap diukur dengan kas.

Cash Opname adalah pemeriksaan fisik pada uang kas tunai antara saldo yang terdapat pada Catatan Akuntansi dengan Uang kas yang ada di brankas/di tangan (cash on hand). Melakukan Cash opname itu tidak begitu sulit, karena sudah ada prosedurnya dalam melakukan pemeriksaan kas tersebut. Pada umumnya pemeriksaan kas dilakukan oleh auditor yang mana pihak auditor melakukan pengujian fisik. Pengujian fisik adalah pengujian substantif yang melibatkan perhitungan atas aktiva yang berwujud, seperti kas, persediaan, bangunan, dan peralatan.

Teknik ini tidak dapat diterapkan pada aktiva yang keberadaannya dibuktikan terutama melalui dokumentasi, seperti piutang usaha, investasi, atau beban dibayar di muka. Selain itu, teknik ini juga tidak dapat diterapkan pada kewajiban, pendapatan, atau beban.

Sasaran utama dari pengujian fisik adalah membuktikan keberadaan hal-hal yang tersaji dalam laporan keuangan klien. Contoh pengujian fisik adalah auditor mendatangi klien dan melakukan Cash Opname. Cash Opname adalah perhitungan fisik kas (uang) yang dimiliki oleh klien, kemudian auditor menggolongkan kas yang dimiliki klien berdasarkan nilai nominalnya, dan terakhir auditor menghitung besarnya kas yang dimiliki klien.

Selain itu, pengujian fisik juga dapat digunakan auditor untuk mengujipenilaian (valuation) karena kuantitas terlibat secara langsung dalam penentuan nilaisebagian besar aktiva. Contoh dari hal ini adalah dengan melakukuan perhitunganfisik persediaan yang dimiliki oleh klien, auditor juga dapat menentukan nilai daripersediaan yang dimiliki klien.

Di dalam melakukan pemeriksaan kas / opname kas, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya adalah :

  1. Melakukan perhitungan secara mendadak terhadap semua dana kas pada hari kerja pertama tahun buku dengan disaksikan oleh kasir. Lalu buatkan berita acara perhitungannya dan minta tanda tangan kasir yang bersangkutan ( ketika melakukan penghitungan harus di bawah pengawasan pihak pemeriksa )
  2. Setelah dilakukan pemeriksaan / penghitungan secara mendadak hingga tuntas langkah berikutnya adalah pihak pemeriksa membandingkan jumlah yang didapat dari hasil pemeriksaan tadi dengan saldo kas yang terdapat di buku besar
  3. Sesudah melakukan dua langkah di atas, langkah berikutnya adalah menyiapkan daftar rincian bukti kasbon yang belum di kembalikan / pending bill
  4. Langkah terakhir yang harus dilakukan setelah semua langkah di atas telah dilakukan adalah membuat berita acara hasil pemeriksaan yang mana ditanda tangani oleh pihak kasir, akuntan, pemeriksa dan pimpinan perusahaan jika terjadi selisih maka sepenuhnya dikembalikan oleh pihak perusahaan terkait langkah selanjutnya untuk selisih perhitungan kas antara fisik uangnya dengan saldo pada buku besar.

Tujuan dilakukannya cash opname sendiri sebenarnya adalah lebih kepada fungsi pengendalian kas namun jika dijabarkan diantaranya adalah :

  1. Untuk memeriksa apakah saldo kas kecil yang ada di neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan
  2. Untuk membuktikan apakah jumlah uang saldo kas kecil sesuai dengan catatan pembukuannya
  3. Sebagai bentuk pertanggungjawaban semua pengeluaran dana oleh kasir kas kecil
  4. Untuk menelusuri penyelewengan yang mungkin terjadi mengingat kas kecil bersifat mudah dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan kepemilikannya
  5. Untuk memeriksa internal control perusahaan atas transaksi yang berhubungan dengan kas kecil, apakah sudah baik atau perlu perbaikan
  6. Untuk memeriksa adanya batasan yang mungkin ada dalam penggunaan dana kas kecil

 

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Dwiki  (D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?