Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN MANAJEMEN CIKARANG akan membahas artikel tentang Apa Itu JIT dan HUBUNGANNYA Dengan Lean?

Manajemen Stok

Apa Itu JIT dan Hubungannya Dengan Lean?

Pengertian Just in Time (JIT)
JIT merupakan filosofi pemanufakturan yang memiliki implikasi penting dalam manajemen biaya. Ide dasar JIT sangat sederhana, yaitu produksi hanya apabila ada permintaan (pull sistem) atau dengan kata lain hanya memproduksi sesuatu yang diminta dan hanya sebesar kuantitas yang diminta. Filosofi JIT digunakan pertama kali oleh Toyota dan kemudian diadopsi oleh banyak perusahaan manufaktur di Jepang . Bila JIT merupakan suatu filosofi manajemen operasi yang berusaha untuk menghilangkan pemborosan pada semua aspek dari kegiatan-kegiatan produksi perusahaan. Sasaran utama JIT adalah meningkatkan produktivitas sistem produksi atau operasi dengan cara menghilangkan semua macam kegiatan yang tidak menambah nilai bagi suatu produk.
Just in Time (JIT) mendasarkan pada delapan kunci utama, yaitu :
1. menghasilkan produk yang sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada permintaan.
2. memproduksi dengan jumlah kecil
3. menghilangkan pemborosan
4. memperbaiki aliran produksi
5. menyempurnakan kualitas produk
6. orang-orang yang tanggap
7. menghilangkan ketidakpastian
8. penekanan pada pemeliharaan jangka panjang.
Menurut kami KONSULTAN MANAJEMEN CIKARANG tujuan JIT adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya, peningkatan kualitas, serta memperbaiki kerja pengiriman. Tetapi ada satu hal yang perlu selalu di ingat, peningkatan daya saing tidak menjamin perusahaan akan survive, tetapi tidak memiliki daya saing menjamin dengan pasti terjadinya bencana Produksi ramping (Bahasa inggris lean production, lean manufacturing) adalah praktik produksi yang mempertimbangkan segala pengeluaran sumber daya yang ada untuk mendapatkan nilai ekonomis terhadap pelanggan tanpa adanya pemborosan, dan pemborosan inilah yang menjadi target untuk dikurangi. Lean selalu melihat nilai produk dari pelanggan, di mana nilai sebuah produk didefinisikan sebagai sesuatu yang mau dibayar oleh pelanggan.

Pada dasarnya, lean berpusat pada “mendapatkan nilai dengan sesedikit mungkin pekerjaan”. Lean manufaktur merupakan filosofi yang dikembangkan oleh Toyota dalam Toyota Production System (TPS). TPS dikenal karna fokusnya mengurangi 7 pemborosan atau yang dikenal dengan istilah “MUDA” (bahasa jepang), untuk meningkatkan nilai pelanggan secara keseluruhan, namun ada beberapa perspektif tentang cara pencapaiannya.
Lean Manufacturing sebagai filosofis manajemen yang berfokus pada reduksi 7 sumber pemborosan, tujuh jenis pemborosan, seperti yang di definisikan oleh Toyota, selako pelopor konsep Lean manufacturing adalah:

1. Over Production membuat lebih dari jumlah yang diperlukan atau lebih cepat dari yang diperlukan
2. Over Transportation memindahkan produk lebih jauh dari yang minimal diperlukan
3. Waiting time produk harus menunggu untuk tahapan produksi berikutnya, atau orang menunggu untuk pekerjaan berikutnya.
4. Inventory memiliki stok lebih banyak dari yang minimal diperlukan
Process proses yang berlebihan atas satu produk
5.  Defects usaha dilakukan dalam proses inspeksi untuk mengatasi kegagalan produk Pengurangan pada waste (dalam bahasa jepang : muda) atau pemborosan ini akan meningkatkan kualitas, dan mengurangi biaya dan waktu produksi.

Untuk menyelesaikan masalah pemborosan, lean manufacturing menggunakan berbagai alat dalam implementasinya, yang meliputi analisis proses yang konstan (kaizen), produksi yang bersifat pull (seperti yang diterapkan pada KANBAN), pencegahan kesalahan Beberapa ahli akhir-akhir ini setuju bahwa lean manufacturing tidak hanya sekedar sekumpulan alat tetapi merupakan program yang menyeluruh, komprehensif, dan mencakup seluruh enterprise yang dirancang untuk terintegrasi dengan strategi utama bisnis. Ahli pada bidang ini percaya bahwa filosofis yang mendasari lean manufacturing merupakan cara paling efektif untuk memulai dan memasyarakatkan aktifitas lean yang disebut juga dengan istilah Toyota Way, yang menekankan pada penciptaan lingkungan tempat tumbuh budaya lean thinking.
Prinsip utama Lean Manufacturing adalah :
1.  Pull Processing artinya produk ditarik dari titik akhir konsumen, bukan di dorong dari akhir produksi (stok)
2.  Kualitas terbaik, berusaha mengurangi kesalahan secara maksimal, identifikasi, dan penyelesaian masalah langsung pada sumbernya.
3.  Perbaikan yang berkelanjutan, mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, menambah produktifitas dan berbagai informasi.
4.  Fleksibilitas, memproduksi berbagai jenis produk secara cepat, tanpa harus mengorbankan efisiensi akibat produksi dengan volum rendah.

Konsep lean pada dasarnya adalah menempatkan sesuatu yang benar, pada tempat dan waktu yang tepat, dengan kualitas yang tepat sambil meminimalkan pemborosan dengan tetap fleksibel terhadap perubahan. Konsep ini sering juga disebut dengan Just-inTime (JIT) yang dapat diartikan menempatkan segala sesuatu hanya pada saat diperlukan.

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Ivan 

sumber:

https://www.hestanto.web.id/filosofi-just-in-time-dan-lean-manufacturing/

http://expressclass.blogspot.co.id/2009/06/just-in-time-dan-tqm.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Produksi_ramping
http://manajemenoperasi.net/artikelMO.html

 

 

 

 

 

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?