Pada kesempatan kali ini kami  KONSULTAN PAJAK JAKARTA akan membahas artikel mengenai Perlakuan Aset Biologis Menurut SAK

Konsultan, konsultan pajak, konsultan pajak surabaya

Konsultan Pajak Jakarta

Perlakuan Aset Biologis Menurut SAK

Aset biologis merupakan tanaman dan hewan yang mengalami transformasi biologis. Tranformasi biologis yang dialami aset biologis tersebut membuat pengakuan, pengukuran dan penyajiannya harus menggunakan metode akuntansi yang tepat. Dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi) belum ada standar yang mengatur tentang perlakuan akuntansi aset biologis namun IASC (International Accounting Standar Committee) telah mempublikasikan IAS 41 Agriculture yang mengatur tentang aset biologis.

Standar Akuntansi Internasional 41 (IAS 41) mendefinisikan aset biologis sebagai “hewan yang hidup atau tanaman”. Akuntansi dan keuangan praktek pelaporan mengkategorikan banyak aset seperti properti, mesin, peralatan, bangunan, dan aset lainnya. “Aset biologis” adalah salah satu kategori aset. Aset biologis termasuk tanaman dan hewan. Contoh-contoh umum dari aset biologis termasuk binatang seperti kambing, domba, sapi, kerbau, sapi, dan ikan. Aset biologis termasuk tanaman seperti sayuran, tanaman, kebun-kebun anggur, pohon, dan kebun buah-buahan. Aset biologis terus mengalami perubahan. Mereka tumbuh, merosot, dan menghasilkan. Akibatnya perubahan kuantitatif atau kualitatif terjadi pada sifat aset biologis.

Perubahan tersebut dikenal sebagai transformasi biologis. Produk dipanen dari perubahan sifat aset biologis dikenal sebagai produk pertanian. Contoh-contoh dari hasil pertanian termasuk susu, daging kambing, daging sapi, buah-buahan, biji kopi. Biasanya aset biologis merupakan kepentingan utama dalam bisnis peternakan. Usaha pertanian menghasilkan pendapatan dari aset biologis karena ini aset biologis harus diakui dalam neraca dan pendapatan dari mereka juga perlu diakui dalam laporan laba rugi .

Menurut IAS 41 aset biologis harus diakui dalam neraca apabila memenuhi kriteria berikut ini terpenuhi: Bisnis mengontrol aset biologis karena peristiwa masa lalu ini adalah kemungkinan bahwa bisnis akan mendapatkan manfaat ekonomis masa depan dari mereka. Nilai wajar atau biaya aset biologis dapat diukur secara andal IAS 41 mensyaratkan bahwa aset biologis harus diakui sebesar nilai wajarnya dikurangi titik potongan biaya. Metode ini harus digunakan bila awalnya mengukur aset biologis dan kemudian pada tanggal neraca setiap neraca. Produksi pertanian juga harus mengukur dengan menggunakan metode di atas. Produk pertanian harus diukur pada saat panen.

Nilai wajar aset biologis adalah jumlah yang dapat dijual kepada orang yang berpengetahuan dan bersedia atau partai. Biasanya ini adalah nilai pasar dari aset biologis dalam pasar aktif yang relevan dan dapat diandalkan. Titik pemotongan biaya termasuk komisi broker, pajak transfer dan tugas, dan bursa komoditas. Biaya transportasi tidak termasuk dalam biaya-biaya.

Berikut adalah ilustrasinya :

PT XYZ bergerak dalam bidang pertanian, dalam bulan maret ini PT XYZ membeli 100 bibit pohon jeruk dengan harga Rp. 3.000.000, dan juga membeli pupuk seharga Rp. 1.000.000 dengan membayar biaya gaji pegawai Rp. 1.000.000 serta menggunakan pupuk senilai Rp. 500.000 dan jika pohon jeruk tersebut sudah siap berbuah, maka asumsi nilai aset tersebut adalah Rp. 6.000.000.

Dari ilustrasi diatas bagaimana pencatatan atau jurnal atas tranksaksi tersebut?

Untuk mencatat pembelian bibit, maka :

Aset dalam pengembangan Rp. 3.000.000

KasRp. 3.000.000

 

Untuk mencatat pembelian pupuk, maka :

Persediaan-PupukRp. 1.000.000

KasRp. 1.000.000

 

Untuk mencatat gaji tenaga kerja, maka :

Aset dalam pengembangan Rp. 1.000.000

KasRp. 1.000.000

 

Untuk mencatat penggunaan pupuk, maka :

Aset dalam pengembanganRp. 1.000.000

Persediaan-PupukRp. 1.000.000

 

Untuk mencatat penggunaan pupuk, maka :

Aset berproduksiRp. 6.000.000

Aset dalam pengembanganRp. 6.000.000

Demikian adalah pengenalan hingga pencatatan akuntansi untuk aset biologis, jadi dapat disimpulkan bahwa aset biologis merupakan aset yang dimiliki oleh perusahaan agrikultur yang mempunyai keunikan karena dapat bertransformasi, dan dapat diukur disajikan dan dapat dicatat sebagai tranksaksi dalam akuntansi..

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : RIO  (EC Of D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?