Pada artikel kali ini kami KONSULTAN MANAJEMEN JAKARTA akan membahas artikel terkait Hutang usaha / Hutang dagang dan bagaimana cara mengaudit Hutang / opname Hutang yang sesuai dengan standar auditor. Namun sebelum masuk leboh detail lagi ada baiknya untuk meninjau ulang untuk pengertian Hutang , jenis Hutang lalu prosedur untuk audit Hutang.

STOK OPNAME HUTANG

Hutang usaha termasuk sebagai unsur Hutang lancar. Hutang lancar meliputi semua kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka pendek (satu tahun atau kurang dari tanggal neraca atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan) dengan cara mengurangi aktiva yang dikelompokkan dalam aktiva lancar atau dengan cara menimbulkan Hutang lancar yang lain. Hutang lancar digolongkan menjadi bebrapa  kelompok yaitu:

  1. Hutang usaha yang timbul dari transaksi pembelian bahan baku dan bahan penolong, suku cadang, dan bahan habis pakai (factory supply). Hutang usaha digolongkan lagi menjadi:
  2. Hutang yang tidak disertai dengan surat berharga sebagai bukti tertulis tentang kesanggupan untuk membayar kewajiban (Hutang usaha).
  3. Hutang yang disertai dengan surat berharga sebagai bukti tertulis tentang kesanggupan untuk membayar kewajiban (Hutang wesel).
  4. Uang jaminan masuk dari pelanggan.
  5. Hutang yang timbul dari berlalunya waktu.
  6. Hutang yang timbul kepada pihak ketiga karena perusahaan ditunjuk sebagai pemungut pajak atau iuran lain.
  7. Akrual yang timbul dari kegiatan usaha perusahaan meskipun:
  8. Jumlah Hutang tersebut harus ditaksir seperti Hutang bonus.
  9. Krediturnya tidak diketahui seperti Hutang biaya reparasi produk perusahaan yang dijual dengan garansi.
  10. Hutang yang jumlahnya harus diukur dari transaksi sekarang misalnya Hutang sewa pendapatan yang diterima di muka.
  11. Hutang lain yang diperkirakan akan dilunasi dalam jangka waktu pendek seperti Hutang bank, Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, Hutang pajak penghasilan, Hutang dividen.

 

Setelah merefresh kembali definisi hutang dan mengenal beberapa kelompok hutang, sekarang membahas bagaimana prosedur pemeriksaan hutang atau opname hutang adalah sebagai berikut :

  1. Mengusut saldo hutang usaha yang tercantum di neraca ke saldo akun Hutang Usaha yang bersangkutan ke dalam buku besar
  2. Menghitung kembali saldo akun hutang usaha di buku besar
  3. Mengusut awal saldo Hutang Usaha ke kertas kerja tahun yang lalu
  4. Melakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun Hutang Usaha
  5. Mengusut posting pendebitan dan pengkreditan akun Hutang Usaha ke jurnal yang bersangkutan
  6. Melakukan rekonsiliasi buku pembantu hutang usaha dengan akun control Hutang Usaha di buku besar

Dalam melakukan dan mempelajari prosedur dalam melakukan pemeriksaan hutang / opname hutang tentunya memiliki tujuan didalamnya yang diantaranya adalah :

  1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan hutang usaha.
  2. Membuktikan keberadaan hutang usaha dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan hutang usaha yang dicantumkan di neraca.
  3. Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo hutang usaha yang disajikan di neraca.
  4. Membuktikan kewajiban klien yang dicantumkan di neraca
  5. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan hutang usaha di neraca

Di dalam melakukan pemeriksaan hutang sebaiknya dilakukan rutin , mengapa demikian agar bisa lebih mengontrol aktifitas hutang dan mutasi hutang serta kondisi hutang suatu perusahaan dalam kondisi baik atau tidak.  Pengendalian atas hutang juga sangat penting dilakukan dan di perhatikan oleh perusahaan.

 

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Dwiki  (D’Consulting Business Consultant)

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?