Penurunan Nilai Aset akan menjadi topik yang akan dibahas pada artikel kali ini

Penurunan Nilai Aset

Penurunan Nilai Aset

Penurunan Nilai Aset

Kerugian penurunan nilai aset terjadi ketika nilai tercatat aset melebihi jumlah yang didapat doperoleh kembali. Hal ini harus diterapkam dalam akuntansi untuk penurunan nilai suatu aset, kecuali aset yang muncul dari imbalan kerja.

Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

Penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang dibentuk sebesar estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih. Penurunan nilai ditentukan dengan memperhatikan antara lain pengalaman, prospek industri, prospek usaha, kondisi keuangan dengan penekanan pada arus kas, kemampuan membayar debitor, dan agunan yang dikuasai.

Persediaan

Harga Jual Dikurangi Biaya untuk Memperoleh harga Perolehan dan Menjualnya

Entitas harus menilai pada setiap tanggal pelaporan apakah persediaan turun nilainya. Perusahaan atau entitas harus membuat penilaian dengan membandingkan jumlah tercatat setiap jenis persediaan dengan harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual. Jika suatu persediaan mengalami penurunan nilainya, maka harus diakui sebagai biaya dalam bentuk kerugian dalam laporan laba rugi atas perbedaan antara jumlah tercatat dan harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual. Seperti pada perusahaan X di wilayah Jawa Timur, dimana dia mempunyai aset berupa mesin cetak dan mesinnya mengalami kerusakan dan akhirnya di akui sebagai beban dalam kerugian dan di laporkan dalam laporan laba rugi suatu perusahaan.

Pemulihan Penurunan Nilai

Perusahaan harus membuat penilaian baru atas harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual setiap periode berikutnya. Jika situasi di periode sebelumnya yang menyebabkan persediaan turun nilainya tidak ada lagi atau adanya bukti nyata kenaikan dari harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual karena perubahan kondisi ekonomi, maka entitas harus memulihkan jumlah penurunan nilai sebelumnya, sehingga jumlah tercatat baru adalah nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual yang telah direvisi.

Aset Lainnya

Indikasi Penurunan Nilai Aset

Entitas harus menilai pada setia tanggal pelaporan aakah terdapat indikasi bahwa ada aset yang turun nilainya. Jika indikasi tersebut ada, entitas harus mengestimasi nilai wajar dikurangi dengan biaya untuk menjual aset tersebut. Jika tidak terdapat indikasi penurunan nilai, tidak diperlukan untuk mengestimasi nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Bab ini menggunakan istilah aset secara individu tapi dalam situasi tertentu nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.

Dalam menilai apakah terdapat indikasi bahwa aset kemungkinan diturunkan nilainya, entitas harus memperhitungkan setidaknya indikasi-indikasi berikut :

Sumber Informasi Eksternal

  1. Selama periode tertentu, nilai pasar aset menurun secara signifikan lebih dari yang diekspetasikan akibat berlalunya waktu atau penggunaan normal.
  2. Terjadi perubahan yang signifikan dengan pengaruh negatif dalam periode tertentu atau dalam waktu dekat dalam bidang lingkungan teknologi, pasar, ekonomi atau hukum diman entitas beroperasi atau dalam pasar dimana aset tersebut diperuntukkan.
  3. Tingkat suku bunga pasar atau tingkat kembalian investasi pasar mengalami kenaikan selama periode berjalan, dan kenaikan tersebut akan berpengaruh secara material terhadap tingkat diskonto untuk menghitung nilai aset dan menurunkan nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual.
  4. Jumlah tercatat dari aset bersih entitas lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasarnya.

Sekian artikel mengenai Penurunan Nilai Aset ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Hananto (EC of D’Consulting Business Consultant)

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?