Salam PSAK… Untuk bahasan kali ini kita membahas mengenai PSAK no 34  mengenai Kontrak Kontruksi

PSAK no 34  mengenai Kontrak Kontruksi

PSAK no 34 mengenai Kontrak Kontruksi

PSAK no 34  mengenai Kontrak Kontruksi

Mungkin ada yang masih bingung menggenai apa itu kontrak konstruksi apakah ada hubungannya dengan bidang kontraktor atau mungkin tidak ada hubungannya dengan bidang kontraktor. Jadi memang benar jika PSAK no 34  mengenai Kontrak Kontruksi ini berhubungan dengan dunia kontraktor dan memang digunakan untuk mengakui transaksi yang terjadi dalam bidang kontruksi. Hal ini bisa kita lihat dari tujuan yang disebutkan dalam PSAK ini yaitu untuk menggambarkan perlakuan akuntansi pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kontrak konstruksi karena sifat dari aktivitas yang dilakukan pada kontrak konstruksi, tanggal saat aktivitas kontrak mulai dilakukan dan tanggal saat aktivitas tersebut diselesaikan biasanya jatuh pada periode akuntansi yang berlainan.

Permasalahan utama dalam akuntansi kontrak konstruksi adalah alokasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada periode dimana pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan. Kontrak konstruksi yang dibuat sebelum terjadinya pekerjaan dimulai. Menurut PSAK no 34 pengertian kontrak konstruksi adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau suatu kombinasi aset yang berhubungan erat satu sama lain atau saling tergantung dalam hal rancangan, teknologi, dan fungsi atau tujuan pokok penggunaan. Selain kontrak konstruksi terdapat dua kontrak yang terkait dengan hal ini yaitu kontrak biaya plus adalah kontrak konstruksi yang mana kontraktor mendapatkan penggantian untuk biaya-biaya yang telah diijinkan atau telah ditentukan, ditambah imbalan dengan presentase terhadap biaya atau imbalan tetap. Setelah kedua kontrak tersebut maka akan dilanjutkan kepada kontrak harga tetap,  Kontrak harga tetap adalah kontrak konstruksi dengan syarat bahwa kontraktor telah menyetujui nilai kontrak yang telah ditentukan atau tarif tetap yang telah ditentukan per unit output, yang dalam beberapa hal tunduk pada ketentuan-ketentuan kenaikan biaya.

Suatu kontrak konstruksi masih memungkinkan untuk dinegosisasikan untuk membangun sebuah aset tunggal seperti jembatan, bangunan, bendungan, pipa, jalan, kapal, dan terowongan. Kontrak konstruksi juga berkaitan dengan sejumlah aset yang berhubungan erat atau saling tergantung satu sama lain dalam hal rancangan, teknologi dan fungsi tujuan pokok penggunaan contohnya adalah konstruksi kilang-kilang minyak atau bagian-bagian yang lebih kompleks dari pabrik atau peralatan. Kontrak konstruksi meliputi :

  • Kontrak pemberian jasa yang berhubungan langsung dengan konstruksi aset, misalnya pelayanan jasa untuk manajer proyek dan arsitek
  • Kontrak untuk penghancuran atau restorasi aset dan restorasi lingkungan setelah penghancuran aset

Kontrak konstruksi dirumuskan berbagai cara dimana dalam pernyataan ini digolongkan sebagai kontrak harga tetap dan kontrak biaya plus. Beberapa kontrak konstruksi dapat mempunyai baik karakteristik kontrak harga tetap maupun kontrak biaya plus dan pada keadaan seperti itu suatu kontraktor perlu untuk mempertimbangkan semua kondisi dalam menentukan kapan mengakui pendapatan dan beban kontrak. Suatu kontrak mungkin berisi klausul-klausul yang memungkinkan konstruksi aset tambahan atas permintaan pelanggan atau dapat diubah sehingga konstruksi aset tambahan dapat dimasukkan kedalam kontrak tersebut. Konstruksi aset tambahan diperlakukan sama dengan kontrak konstruksi terpisah jika aset tambahan tersebut berbedan signifikan dalam rancangan dan harga aset tambahan tersebut dinegosiasikan tanpa memperhatikan harga kontrak semula. Kontrak konstruksi pasti mengatur mengenai pendapatan dari kontrak. Pendapatan kontrak terdiri dari nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak dan penyimpangan dalam pengerjaan kontrak, klaim, Dan pembayaran intensif sepanjang memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan dan klaim itu dapat diukur secara andal. Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau akan diterima. Pengukuran pendapatan kontrak dipengaruhi oleh berbagai macam ketidakpastian yang bergantung pada hasil dari peristiwa dimasa depan. Itulah sedikit bahasan mengenai kontrak konstruksi dan pendapatan kontrak yang ada dalam PSAK no 34 semoga bermanfaat…salam PSAK

Sekian artikel ini dibahas, apabila ada yang kurang jelas dari artikel atau ada yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi di 031 – 734 6576 / 087 777 510 668 / 0821 3100 8700

Created by : Adi Dwi Prasetyo (EC of D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?