Pada kesempatan kali ini, team kami akan mencoba membahas mengenai Persediaan dalam Entitas

Persediaan dalam suatu Entitas

Persediaan dalam Entitas

Persediaan dalam Entitas

Persediaan adalah suatu aset perusahaan untuk dijual dalam keadaan normal, persediaan sendiri bisa diproduksi jika suatu entitas itu merupakan perusahaan yang dibidang produksi yang nantinya pengakuayan biayanya menggunakan proses costing, ataupun perusahaan yang membeli barang dari pihak lain dan dijual kembali ke para pelanggannya, dalam artian perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak dibidang distibutor yang nantinya akan pengakuan biayanya menggunakan proses costing.

Pengukuran persediaan dalam entitas pada nilai mana yang paling rendah antara harga jual dan biaya perolehan dikurangi dengan biaya biaya untuk memperoleh suatu persediaan tersebut semisal biaya bahan baku, biaya overhead dan biaya tenaga kerja untuk perusahaan yang menggunakan proses costing, dan biaya-biaya pengiriman biaya ekspedisi dan biaya lain untuk memperoleh persediaan tersebut pada perusahaan yang menggunakan job costing.

Metode penentuan untuk harga pokok penjualan juga harus diperhatikan oleh suatu entitas. Agar nantinya suatu entitas tersebut tidak salah dalam menentukan HPP. Akibatnya jika salah menentukan HPP perusahaan bisa mengalami kerugian, semisal seharusnya HPP yang benar adala 5000 perbarang namun dia menetapkan HPP dengan harga 3000 dan perusahaan menjual barangya 4000, nah dengan ini mereka mengganggap bahwa mereka telah menjual barangnya diatas HPP, padahal HPP yang benar adalah 5000, dan mereka menjual 4000 per barang, alhasil mereka mengalami kerugian 1000 per barang.

Cara pengukuran HPP ada 3 metode yaitu First In First Out, Average, dan Last In First Out. Namun untuk metode yang terkahir ini sudah tidak digunakan lagi karena tidak sesuai SAK Etap, mengapa tidak sesuai karena jika di logika barang yang terakhir masuk akan dijual pertama nah untuk harga perolehan barang terkahir dangan barang yang pertama kali beli juga akan beda, nah persediaan barang yang lalu juga bagaimana ? apakah penentuan HPP nya bisa pasti ? tentunya tidak karena barang yang pertama dengan barang yang terakhir jelas beda untuk biaya perolehannya. Untuk metode biaya yang disarankan yaitu menggunakan metode rata-rata.

Sebagai suatu contoh dan kasus dimana pada perusahaan X yang terdapat di wilayah Jawa Timur, menggunakan sistem proses costing, dimana dia menentukan harga pokok penjualan menggunakan metode rata rata tertimbang agar hppnya lebih akurat, dimana analogi penentuannya seperti ini, barang A beli pertama tanggal 1 Januari 2017 seharga 10.000 dengan kuantitas 50 setelah itu barang A beli lagi dengan kuantitas 20 seharga 11.000 tanggal 20 Januari 2017, lalu barang A dijual kuantitasnya 30 nah penentuan hppnya yaitu dengan cara total harga / total kuantitas (500.000+220000)/(50+20) = 10.287. Jadi harga pokok penjualannya ketemu 10.287. Nah nantinya ketika kita jual barang tersebut diatas HPP maka kita akan meraup keuntungan bagi perusahaan dan berdampak pada keberlangsungan usaha tersebut tanpa khawatir bahwa hppnya tidak tepat.

Sekian artikel mengenai tahapan Persediaan dalam Entitas ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Hananto (EC of D’Consulting Business Consultant)

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?