Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN BISNIS SURABAYA akan membahas artikel mengenai Penilaian Harga Saham (Stock Valuation)

Penilaian Harga Saham  (Stock Valuation)

Buat kalian yang saat ini sedang atau akan berivestasi saham, artikel ini sangat menarik buat kalian. Kenapa, karena kali ini kita akan membahas tentang Stock valuation. Stock valuation dengan mudah dapat dikatakan sebagai penilaian harga saham. Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa sih kok harga saham perlu dinilai? Harga saham perlu dinilai karena dengan kita melakukan penilaian harga saham kita dapat mengukur kira-kira saham yang akan kita beli nantinya akan tumbuh seberapa besar, selain itu juga kita dapat mengetahui apakah harga saham yang sedang kita incar berharga murah ataupun mahal.

Menurut Sharpe (2000), proses terbentuknya harga saham dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

  1. Demand to Buy Schedule.

Investor yang hendak membeli saham akan datang ke pasar saham. Biasanya mereka akan memakai jasa para broker atau pialang saham. Investor dapat memilih saham mana yang akan dibeli dan bisa menetapkan standar harga bagi investor itu sendiri.

  1. Supply to sell schedule.

Investor juga dapat menjual saham ke pasar saham. Investor tersebut dapat menetapkan pada harga berapa saham yang mereka miliki akan dilepas ke pasaran. Biasanya harga yang tinggi akan lebih disukai para investor.

  1. Interaction of Schedule.

Menurut kami KONSULTAN BISNIS SURABAYA Pertemuan antara permintaan dan penawaran menciptakan suatu titik temu yang biasa disebut sebagai titik ekuilibrium harga. Pada awalnya perusahaan yang mengeluarkan saham akan menetapkan harga awal untuk sahamnya. Saham tersebut kemudian akan dijual ke pasar untuk diperdagangkan. Saat di pasaran, harga saham tersebut akan berubah karena permintaan dari para investor. Ekspektasi harga yang dimiliki oleh buyer akan mempengaruhi pergerakan harga saham yang pada awalnya telah ditawarkan oleh pihak seller. Saat terjadi pertemuan harga yang ditawarkan oleh seller dan harga yang diminta oleh buyer, maka akan tercipta harga keseimbangan pasar modal.

Beberapa nilai yang dapat digunakan sebagai tolak ukur harga saham adalah nilai buku, nilai pasar serta nilai intrinsic.

  1. Nilai buku

Nilai buku merupakan nilai yang dihasilkan dari kinerja perusahan yang tercermin dari laporan keuangan tahunan. Factor-faktor yang mempengaruhi nilai buku adalah:

  1. Nilai nominal :adalah modal perlembarsaham yang ditanamkan dalam perusahaan dan tidak dapat diambil oleh investor.
  2. Agio saham :adalah selisih dari nilai yang dibayar investor dengan nilai nominal saham. Dengan kata lain merupakan selisih dari nilai pasardengan nilai buku.
  3. Nilai modal disetor: merupakan hasil penjumlahan nilai nominal dan agio saham.
  4. Laba ditahan :merupakan laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham, dan di investasikan kembali kedalam perusahaan.

Nilai buku secara mudah dapat dikatakan sebagai jumlah kekayaan perusahaan yang dimiliki oleh tiap investor per lembar saham.

  1. Nilai pasar

Merupakan nilai saham yang terbentuk ketika saham diperjual belikan di pasar modal. Nilai ini terbentuk dari permintaan dan penawaran saham di pasar modal.

  1. Nilai intrinsic

Secara mudah, nilai intrinsic merupakan nilai sesungguhnya dari sebuah saham. Dalam menentukan nilai intrinsik, dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yakni dengan pendekatan fundamental dan pendekatan teknikal.

  1. Pendekatan Fundamental

Pendekatan fundamental merupakan pendekatan yang menitikberatkan kepada kinerja perusahaan penerbit saham yang tercermin dari laporan keuangan tahunan. Dari laporan keuangan perusahaan dapat dihasilkan rasio-rasio yang dapat digunakan dalam menentukan nilai saham seperti Rasio Profitabilitas, Liabilitas, dan lain sebagainya.

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?