Kali ini, kami akan membahas mengenai Mencegah Fraud Purchasing

Mencegah Fraud Purchasing

Mencegah Fraud Purchasing

Mencegah Fraud Purchasing

Seberapa banyak dari anda yang sadar bahwa potensi fraud berawal dari pengadaan barang? Ya, karena inilah rantai awal operasional perusahaan. Bahkan banyak rumus bisnis yang mengatakan, “jika kamu tidak bisa mengamankan pengadaan barangmu, lebih baik tidak usah jualan”. Masuk akal sih, sebab pengadaan barang itulah modal kita dalam berbisnis.

Terkait dengan judul artikel ini, darimana potensi fraud dalam pembelian ini bisa terjadi? Ada beberapa potensi kecurangan yang bisa terjadi dalam aktivitas pembelian ini. Misalnya potensi main harga antara purchasing dengan supplier, potensi terjadinya penggelapan barang oleh purchasing, potensi penggelapan nota beli,potensi potensi pembayaran yang tidak sesuai dengan nota, dsb. Banyak celah yang bisa dimanfaatkan pihak yang ingin curang dalam proses pembelian ini.

Berbicara mengenai pembelian, tentunya banyak pihak yang seharusnya terkait dengan aktivitas ini, minimal divisi pembelian, gudang, kasir, dan juga supplier. Masalahnya yang terjadi sekarang, banyak pengusaha yang karena ingin menghemat cost memilih untuk merangkap jabatan purchasing sekaligus gudang sekaligus pembayaran. Nah disini sebenarnya merupakan awal mula celah itu terjadi. Orang gudang seharusnya hanya bertanggung jawab sebatas pada barang-barang di gudang. Orang purchasing sebaiknya hanya bertanggung jawab pada pemesanan barang pada supplier berdasarkan permintaan bagian gudang. Bisa anda bayangkan jika orang gudang merangkap sebagai purchasing? Barang yang seharusnya masih ada tapi dia beli supaya dia mendapat bonus supplier, kemudian dia bisa sabotase kualitas barang dengan memesan kualitas barang yang lebih rendah supaya bisa terima selisih kas atas pembayarannya, akan semakin rumit jika bagian gudang dan purchasing tidak dipisah. Kemudian yang perlu dipisahkan lagi adalah orang finance. Finance disini biarlah tugasnya hanya sebagai perantara pembayaran kepada supplier. Jangan sampai tugas pembayaran ini juga diserahkan kepada purchasing juga, sebab gudang, purchasing dan juga finance harus terpisah. Bisa anda bayangkan jika purchasing pesan pesan sendiri dan bayar bayar sendiri? Bisa saja dia tunda pembayarannya supaya dia bisa putar uang perusahaan, bisa saja perusahaan terima diskon tapi malah masuk kantong pribadi.

Jadi yang harus diperhatikan disini adalah perusahaan harus dengan jelas memberikan sekat sekat atas fungsi dan jobdesk tiap bagian. Biarkan setiap bagian menjalankan perannya masing-masing sesuai dengan fungsinya. Semakin besar sekat yang diciptakan antar tiap bagian, semakin baik bagi perusahaan untuk bisa mengontrol kinerja setiap bagian. Pada akhirnya bagian purchasing akan memesan barang ke supplier, bagian gudang akan bertugas terima barang yang datang, dan bagian finance akan membayar pesanan tersebut, sehingga potensi kecurangan harus melibatkan kerjasama diantara ketiga orang tersebut dan tentunya itu akan memperkecil ruang gerak mereka. Demikian artikel singkat mengenai pencegahan potensi fraud dalam proses pembelian, semoga bisa memberika sedikit pencerahan, Terima kasih

Sekian artikel mengenai tahapan Mencegah Fraud Purchasing ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Lukas Setyawan (SEC of D’Consulting Business Consultant)

 

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?