Artikel kali ini akan kami bahas mengenai Redenominasi Rupiah

Redenominasi Rupiah

Redenominasi Rupiah

Redenominasi Rupiah

Baru-baru ini wacana redenominasi mulai mencuat bahkan undang-undang tentang redenominasi rupiah masuk ke prognas untuk dibahas di DPR. Lalu apa itu redenominasi ? redenominasi adalah penyederhanaan mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi, jumlah satuan moneter yang sama perlahan-lahan memiliki daya beli yang semakin lemah. Dengan kata lain, harga produk dan jasa harus dituliskan dengan jumlah yang lebih besar. Ketika angka-angka ini semakin membesar, mereka dapat mempengaruhi transaksi harian karena resiko  dan ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh jumlah lembaran uang yang harus dibawa, atau karena psikologi manusia yang tidak efektif menangani perhitungan angka dalam jumlah besar. Oleh karena pihak yang berwenang dapat memperkecil masalah ini adalah dengan redenominasi. Satuan yang baru menggantikan satuan yang lama dengan jumlah dengan sejumlah angka tertentu dari satuan yang lama dikonversi menjadi 1 satuan baru.

Redenominasi berbeda dengan pemotongan pecahan uang (sanering). Pada tahun 1959, pemerintah memutuskan menurunkan jumlah uang yang beredar dengan memotong dua uang kertas yang memiliki nilai pecahan terbesar saat itu (sanering), yaitu Rp 500, yang bergambar macan dan Rp 1000 bergambar gajah. Nilai masing-masing tersebut diturunkan hingga tinggal sepuluh persennya. Uang macan yang semula mempunyai nilai Rp 500 berubah menjadi 50 sedangkan uang gajah yang semula Rp 1.000 berubah menjadi Rp 100. Namun pemotongan ini tidak terjadi dengan nominal-nominal yang lebih kecil. Ada beberapa negara yang berhasil melakukan redenominasi nilai mata uangnya diantaranya adalah Turky, Rumania, Polandia dan Ukraina. Turky meredonominasi mata uang lira secara bertahap selama 7 tahun yang dimulai sejak 2005. Setelah redenominasi, semua uang lama turky yang diberi kode TL dikonversi menjadi lira baru dengan kode YTL. kurs konversi adalah 1 YTL untuk 1.000.000, atau menghilangkan enam angka nol. Turky meredenominasi mata uang secara bertahap dengan memperhatikan stabilitas perekonomian dalam negerinya. Pada tahap awal, mata uang TL dan YTL beredar secara simultan selama setahun. Kemudian mata uang lama ditarik secara bertahap digantikan dengan YTL. Selama tahap redenominasi, keadaan perekonomian tetap terjaga. Inflasi turky pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 juga tetap stabil dikisaran 8-9%.

Selain itu, ada juga daftar negara-negara tercatat sebagai negara yang gagal dalam melakukan redenominasi mata uang mereka. Negara-negara tersebut adalah Rusia, Argentina, Zimbabwe, Korea Utara. Negara-negara tersebut meredenominasi mata uang mereka pada saat yang tidak tepat dimana perekonomian tidak stabil dan inflasi cenderung tinggi. Brasil mengalami kegagalan redenominasi yakni pada tahun 1986-1989. Brasil melakukan penyederhanaan mata uangnya  dari cruzeiro menjadi cruzado. Namun kurs mata uangnya justru terdepresiasi secara tajam terhadap dolar AS hingga mencapai ribuan cruzado untuk setiap dolar AS. Kegagalan ini diakibatkan karena pemerintah Brasil tidak mampu mengelola inflasi yang pada waktu itu masih mencapai 500% pertahun. Rendahnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintah juga menjadi pangkal masalah kegagalan redenominasi pada tahun 1986 mengingat negeri itu masih dilanda konflik politik dan instabilitas pemerintah yang mengikis kepastian berusaha. Lalu bagaimanakah dengan wacana redenominasi rupiah yang akan dilakukan oleh pemerintah. Tepatkah jika dilakukan pada saat ini. Melihat kondisi ekonomi Indonesia yang stabil, harusnya saat inilah waktu yang tepat untuk melakukan redenominasi supaya mata uang rupiah tampak efisien. Akan tetapi pemerintah tetap harus menjaga inflasi supaya rencana ini tetap berjalan lancar.

Sekian artikel mengenai tahapan Redenominasi Rupiah ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Adi Dwi Prasetyo (SEC of D’Consulting Business Consultant)

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?