Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN PAJAK SURABAYA akan membahas artikel tentang Memahami Tentang Alur Barang Pada Restoran

Memahami Alur  Barang Pada Restoran

Alur adalah jalur yang dibuat untuk mencapai suatu tujuan. Pada restoran sendiri tentunya kita mengerti bahwa banyak sekali  menu menu yang disediakan ketika kita mengunjungi suatu restoran dan ingin makan di restoran tersebut. Namun pernah kah berpikiran bagaimana caranya sampai menjadi menu tersebut dan bahan bahan apa yang diperlukan dan bagaimana alurnya untuk menentukan harga dan sebagainya. Artikel ini akan mengulas tentang itu semua.

Pastinya didalam suatu restoran membutuhkan bahan-bahan untuk menjadikan suatu resep masakan. Salah satunya adalah bahan baku, bahan-baku sendiri di dalam PSAK termasuk PSAK 14 yang membahas tentang Persediaan. Di restoran atau depot atau tempat makan tentunya persediaan mereka adalah bahan baku yang dipunya, nah pengertian bahan baku sendiri adalah bahan mentah yang menjadi dasar pembuatan suatu produk yang mana bahan tersebut dapat diolah melalui proses tertentu untuk dijadikan wujud yang lain. Bahan baku sendiri dibedakan menjadi dua yaitu bahan baku langsung dan bahan baku tak langsung atau yang biasa disebut bahan penolong. Pengertian dari dua bagian tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Bahan baku langsung.
    Bahan baku langsung atau direct material adalah semua bahan baku yang merupakan bagian daripada barang jadi yang di hasilkan. Biaya yang di keluarkan untuk membeli bahan baku langsung ini mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang di hasilkan. Contohnya pada restoran yaitu Daging, ayam, Telor, Wine, Ikan .
  2. Bahan Baku Tidak langsung.
    Bahan baku tidak langsung atau disebut juga dengan indirect material, adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang di hasilkan. Contohnya pada restoran yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, dan minyak.

Setelah itu bahan baku dan bahan penolong ini melalui sebuah proses dimana menjadi sesuatu yang baru lagi maka disitulah jadi bahan setengah jadi. Proses yang dilalui ini tentunya membutuhkan biaya nah mucul lah pertanyaan apakah biaya itu langsung dibebankan, atau di jadikan penentu harga bahan setengah jadi, lalu berapa nominalnya ? Nah untuk menentukan harga barang setengah jadi ini bisa ditentukan dengan cara standar costing yang paling simple. Apakah standar costing itu ? Standar costing adalah biaya yang diperoleh dengan cara mengasumsikan sesuai dengan kapasitas dari biaya untuk memperoleh atau menjadikan bahan baku dan penolong menjadi bahan setengah jadi. Kembali lagi ke pertanyaan sebelumnya, bagaimana perlakuan biaya proses tadi, nah biaya proses ini bisa dijadikan untuk dasar penentuan standar costing.

Setelah menjadi barang setengah jadi maka barang tersebut diolah kembali melalui proses sehingga menjadi barang jadi berupa masakan yang ada dimenu menu sajian ketika kita berkunjung atau makan pada restoran dan depot. Jadi untuk menjadikan suatu masakan kurang lebihnya melalui proses tersebut mulai dari beli bahan baku dan bahan penolong lalu diproses dan diolah, lalu menjadi barang setengah jadi, barang setengah jadi tersebut dijadikan barang jadi melalui proses lagi.

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Hananto (EC Of D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?