Kali ini Konsultan Bisnis Surabaya ingin membahas bagaimana melakukan manajemen piutang usaha yang baik dan dapat meningkatkan cashflow perusahaan anda.

Manajemen Piutang Usaha

Manajemen Piutang Usaha

Manajemen Piutang Usaha

Banyak perusahaan sekarang ini yang merasa memiliki laba yang besar, namun ternyata ketika saat akan membayar supplier atau melakukan pembelian, ternyata uang cash yang dimiliki tidak ada. Biasanya owner selalu bertanya kepada bagian Finance, “Lalu kemana perginya semua uang perusahaan tersebut? Lah harusnya kita untung besar, kok tidak ada uang untuk membayar supplier?” Hal itulah yang sering terjadi didalam perusahaan saat ini dan ketika hal tersebut terjadi biasanya owner akan memutuskan untuk melakukan pinjaman kepada bank, dimana bunga bank yang diberikan juga cukup besar! Dampak yang cukup signifikan juga kan, apabila harus menanggung bunga bank yang kira-kira berkisar antara 11-15% per tahun?

Kalau kita berpatokan pada bidang PIUTANG USAHA, maka tentunya peran dari bagian keuangan terutama bagian AR ( Account Receivable ) / bagian finance piutang usaha sangatlah besar. Departemen AR harus bisa melakukan Manajemen Piutang Usaha yang baik. lalu bagaimana caranya agar dapat melakukannya dengan cara yang baik? Oke, marilah kita kupas satu persatu.

  1. Piutang usaha selalu timbul dikarenakan adanya proses penjualan kepada customer dimana mereka memiliki termin pembayaran (TOP / Term Of Payment) selain COD (Cash On Delivery) / tunai. Pada pelanggan dengan tipe pembayaran selain COD ini berdampak pada membengkaknya piutang dan tentunya akan menghambat cash flow yang ada. Tentunya pada saat memberikan kredit pertama kepada seorang pelanggan harusnya ada syarat dan ketentuannya terlebih dulu. Sebaiknya pada saat ada pelanggan baru yang hendak meminta kredit kepada perusahaan anda, pelanggan tersebut hendaknya diuji coba terlebih dahulu untuk melakukan pembayaran secara cash selama beberapa bulan pertama. Lalu apabila selama beberapa bulan, pembayaran yang dilakukan dapat secara baik, mungkin bisa dipertimbangkan untuk memberikan kredit.
  2. Setelah mendapatkan pertimbangan tentunya harus adanya survey perusahaan terhadap perusahaan tersebut. Apakah perusahaan tersebut sudah memiliki profile perusahaan yang bagus, record kinerja terhadap partner/rekannya yang lain juga baik ataupun hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan agar lebih memantapkan supaya perusahaan tersebut layak diberikan kredit. Apabila anda sebagai perusahaan yang cukup besar, hendaknya memiliki tim surveyor, yang tugasnya melakukan survey tersebut.
  3. Lalu setelah mendapatkan hasil survey yang bagus, tentunya berikanlah pelanggan anda termin yang terkecil yang bisa diberikan. Misal PT. A diberikan termin 14 hari terlebih dulu. Hal ini bisa menjadi tolak ukur dari pantas atau tidaknya penambahan kredit yang diberikan kepada perusahaan ini. Pastikan bahwa selama masa termin yang diberikan, perusahaan tadi juga tidak pernah telat dalam membayar.
  4. Berikan limitasi nilai piutang yang rendah kepada customer yang masih baru. Misal PT. A karena masih baru diberikan termin 14 hari dengan limit piutang maksimal Rp 15.000.000,-. Tentunya dengan hal ini anda dapat membatasi berapa banyak yang boleh dipiutangkan dan memperkecil kerugian akibat adanya piutang usaha yang tidak tertagih. Apabila selama beberapa waktu mungkin pelanggan tersebut sudah cukup baik dan memenuhi kriteria untuk diberikan kredit lebih, maka boleh dipertimbangkan untuk memperbesar limitasi nilai piutang usaha yang ada.
  5. Siapkan pula tim penagih piutang yang siap melakukan penagihan terhadap pelanggan-pelanggan yang sering terlambat melakukan pembayaran piutang usaha.
  6. Lakukan pengarsipan dokumen piutang usaha yang baik dengan membagi piutang usaha mana yang sudah terbayar dan yang belum terbayar. Apabila pengarsipan sudah dilakukan secara baik, maka tentunya informasi atas piutang yang belum terbayar dapat lebih cepat diketahui oleh pihak penagih piutang dan pimpinan. Tak lupa kalau bisa menggunakan program akuntansi agar lebih mempercepat proses penagihan piutang tersebut.
  7. Perbesar penjualan yang menggunakan termin COD / tunai.

Dari bahasan diatas, dapat diketahui secara jelas bahwa memperkecil nilai piutang usaha, tentunya berdampak baik pada likuiditas perusahaan anda, yang mana dari likuiditas yang ada ini anda dapat melakukan pembelian bahan, pembayaran biaya ataupun investasi dalam bidang yang lain.

Apabila dari bahasan artikel kami ada yang kurang jelas, ataupun anda ingin melakukan konsultasi secara private kepada kami fell free untuk menghubungi kami 031 734 6576 / 087 777 510 668 / 0812 3232 9638, atau kirimkan pertanyaan melalui email ke dconsultingbusinessconsultant@gmail.com

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?