Kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Waspada Stok Barang Berlebih

Waspada Stok Barang Berlebih

Waspada Stok Barang Berlebih

Waspada Stok Barang Berlebih

Dewasa ini banyak pengusaha yang kurang memperhatikan masalah stok barang atau yang lebih dikenal dengan istilah persediaan. Pola pikir klasik yang masih menjadi pedoman para pengusaha adalah  “belilah stok sebanyak mungkin, mumpung harganya lagi turun”. Sepintas terkesan bagus pedoman klasik tersebut, tapi itu justru bisa menjadi senjata makan tuan dan kita harus waspada stok barang berlebih. Bagaimana bisa hal itu justru menjadi senjata makan tuan? Simak penjelasan di bawah ini.

Pada dasarnya jika digambarkan secara sederhana, aset perusahaan terbagi menjadi kas bank, piutang, persediaan, dan aset tetap. Aset yang saya sebutkan di atas sengaja saya urutkan dari yang paling likuid sampai ke yang paling lama likuid. Secara logika, aset yang paling likuid tentulah bisa disebut sebagai aset nomor 1. Kemudian bisa anda bayangkan jika setiap ada promo anda langsung borong barangnya, dgn tujuan untuk bisa dijual lagi di toko anda. Tak beberapa lama kemudian, stok ada melimpah bukan? Bahkan bisa dipakai sebagai cadangan stok untuk beberapa bulan kedepan.  Sampai disini, anda tentu sudah menjalankan petuah dari pengusaha klasik yang mengatakan “belilah stok sebanyak mungkin, mumpung harganya lagi turun”.

Tapi begitu stok yang anda beli sudah masuk semua di gudang, anda mulai kesulitan mengatur tata letak barang, akhirnya dengan berbagai macam cara anda mengakali penyimpanan yang penting barang masuk gudang dulu. Sampai disini, masalah pertama datang, yakni (1) stok berlebih membuat penyimpanan barang berantakan yang berpotensi mengurangi kualitas barang. Kemudian tak lama berselang, tagihan datang dari supplier A, supplier B, supplier C, dst. Anda mulai kelimpungan karena aset anda di kas bank sudah sangat menipis, sedangkan aset stok sangat berkelimpahan. Disini  muncul masalah kedua, yakni (2) likuiditas perusahaan akan terganggu karena proporsi aset tidak seimbang.

Tiga bulan berselang, barang yang ada di gudang ternyata masih cukup banyak, begitu di cek ternyata banyak barang yang rusak, cacat, sehingga tidak layak jual, Kemudian dengan berat hati barang-barang bad stock tersebut harus dimusnahkan. Sampai disini masalah ketiga mulai muncul, yakni (3) potensi barang bad stock menjadi lebih besar, yang akhirnya menjadi beban kerugian perusahaan.

Sampai disini sudah ada 3 masalah utama ketika anda terlalu banyak menyimpan stok digudang, belum lagi ditambah dengan hilangnya kesempatan anda untuk berinvestasi di tempat lain akibat pembelian stok yang tidak wajar tadi. Dengan banyaknya fakta di atas, anda perlu membuat sistem buffer stock untuk kelancaran manajemen stok perusahaan anda. Bagaimana cara membuat buffer stock? Hal ini akan dibahas di artikel saya selanjutnya

 

Sekian artikel mengenai Waspada Stok Barang Berlebih ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Lukas Setyawan (SEC of D’Consulting Business Consultant)

 

 

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?