Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN AKUNTANSI YOGYAKARTA akan membahas artikel mengenai REKONSILIASI BANK

PENTINGNYA REKONSILIASI BANK UNTUK KEAKURATAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Apakah anda pernah mendapatkan saldo rekening berdasarkan catatan perusahaan anda berbeda dengan rekening koran bank? Perbedaan tersebut bisa disebabkan oleh adanya beda pengakuan antara pihak perusahaan dengan pihak perbankan.

Menurut kami KONSULTAN AKUNTANSI YOGYAKARTA ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan saldo catatan perusahaan dengan rekening koran bank, diantaranya:

  1. Setoran dalam perjalanan

setoran dalam perjalanan  merupakan transaksi pengeluaran kas besar yang akan disetor ke bank. Faktor ini terjadi karena setoran yang dikirimkan oleh perusahaan ke bank pada akhir bulan belum diterima oleh bank sampai pada bulan berikutnya. Sehingga perusahaan sudah mencatat sebagai pengeluaran (setoran) namun bank belum mencatat karena belum menerima setoran

  1. Pendapatan jasa giro bank

Merupakan bunga yang sudah diperhitungkan oleh bank tetapi perusahaan belum menghitung/mencatat transaksi tersebut

  1. Cek beredar

merupakan cek yang sudah tercatat dikeluarkan oleh perusahaan  namun pemegang cek belum mencairkan ke bank atau cheque on hand.

  1. Cek kosong

Merupakan cek yang dananya tidak mencukupi untuk di cairkan, hal ini menyebabkan bank tidak mencairkan uang karena kurangnya dana setoran perusahaan namun perusahaan sudah mencatatnya sebagai pengeluaran cek.

  1. Biaya adminitrasi bank

merupakan biaya yang dipotong oleh bank, namun perusahaan belum melakukan pemotongan

  1. Piutang wesel

Merupakan penerimaan piutang pada rekening bank dan sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi perusahaan belum mencatatnya.

  1. Kesalahan pencatatan

Merupakan kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh admin, misal yang seharusnya dicatat sebesar Rp.2.500.000,- tapi salah dicatat Rp.5.200.000,-

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dilakukan adanya rekonsiliasi bank.

Secara sederhana, Rekonsiliasi bank dapat diartikan merupakan suatu proses penyesuaian informasi catatan kas menurut perusahaan dan menurut bank.

Bank secara berkala mengirimkan statement berupa laporan rekening koran  yang bersisi informasi tentang seluruh transaksi penyetoran maupun pengambilan oleh nasabah/ perusahaan selama periode tertentu.

Melalui bukti tersebut maka perusahaan dapat mengetahui seluruh transaksi yang dilakukan dan laporan tersebut juga dapat menjadi dasar apabila terjadi kekeliruan atau kesalahan pencatatan yang mengakibatkan perbedaan catatan menurut bank dan perusahaan.

Rekonsiliasi bank sangat perlu dilakukan oleh perusahaan, karena hal ini bertujuan  untuk mengecek ketelitian pencatatan dalam rekening kas perusahaan dan catatan rekening koran bank, selain itu proses rekonsiliasi juga dapat digunakan untuk mengetahui jumlah penerimaan ataupun pengeluaran yang belum tercatat oleh perusahaan.

Jika terdapat perbedaan yang dihasilkan karena ada suatu transaksi yang belum tercatat bank maka catatan perusahaan dianggap benar, dan sebaliknya jika catatan karena perbedaan pos-pos lain maka perlu disesuaikan antara catatan perusahaan dan catatan menurut bank

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk proses rekonsiliasi adalah sebagai berikut:

  1. Jika perbedaan tersebut karena adanya setoran dalam perjalanan, maka untuk penyelesaiannya saldo bank ditambahkan dengan jumlah setoran dalam perjalanan.
  2. Jika perbedaan tersebut karena adanya Jasa giro bank yang belum di administrasikan maka untuk penyelesaiaannya saldo perusahaan ditambah dengan jasa giro yang telah ditetapkan oleh bank.
  3. Jika perbedaan tersebut karena adanya Cek beredar (outstanding cheque) maka untuk penyelesaiaanya saldo bank dikurangi dengan jumlah cek yang beredar.
  4. Jika perbedaan tersebut karena adanya Cek kosong, maka untuk penyelesaiannya saldo perusahaan dikurangi dengan jumlah cek kosong.
  5. Jika perbedaan tersebut karena adanya Biaya Adminitrasi bank,. Maka untuk penyelesaiannya saldo perusahaan dikurangi dengan jumlah biaya admin yang ditetapkan oleh bank.
  6. Jika perbedaan tersebut karena adanya Piutang wesel, Maka penyelesaiannya saldo perusahaan ditambah dengan jumlah penerimaan piutang wesel tersebut.

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Imam  (D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?