Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN MANAJEMEN CIKARANG akan membahas artikel tentang Metode Perhitungan Persediaan 

Metode Perhitungan Persediaan

Metode penilaian persediaan sebetulnya sangat beragam, setiap perusahaan berhak untuk menentukan penilaian terhadap persediaan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Asalkan setiap metode dan sistem penilaian persediaan dilakukan secara konsisten. Untuk menjaga validitas dan realitas dalam laporan keuangan tersebut. Salah satu informasi penilaian persediaan tersebut harus memenuhi beberapa hal yang di tentukan dari pihak menejemen. Seperti kapan pengakuan barang tersebut diberikan sebagai persediaan perusahaan, kapan barang tersebut tidak diakui sebagai persediaan perusahaan.

Seperti contoh misalnya ada perusahaan yang mengakui barang tersebut sebagai persediaan jika sudah masuk gudang perusahaan dan tidak mengakui persediaan tersebut sebagai persediaan yang dimiliki perusahaan jika barang tersebut sudah keluar dari gudang perusahaan. Beberapa hal tersebut sudah tercantum dalam setiap perjanjian transaksi antara perusahaan dan pihak lawan transaksi.

Pengakuan persediaan ini sangat penting bagi pihak menejemen perusahaan pada khususnya dan departemen keuangan perusahaan pada umumnya. Karena jika prosedur operasional standar perusahaan masih ada miss information antar departemen akan sangat rancu dalam pengiriman ataupun penjualan barang. Seperti contoh misalnya departemen penjualan mengakui persediaan barang perusahaan adalah barang yang masuk di tangan pembeli.

Sedangkan departemen keuangan mengakui persediaan barang perusahaan adalah barang yang keluar dari gudang. Pada suatu saat ada kehilangan barang pada waktu pengiriman. Departemen penjualan merasa perusahaan harus bertanggung jawab atas kehilangan barang tersebut karena barang dalam pengiriman merupakan persediaan yang  dimiliki perusahaan. Sedangkan departemen keuangan menganggap perusahaan tidak ada kewajiban dalam penggantian barang yang hilang karena barang dalam pengiriman sudah bukan termasuk persediaan perusahaan.

Macam Macam Perhitungan Persediaan

  1. Metode FIFO

Metode FIFO ini salah satu pilihan utama dalam perusahaan besar sering menggunakan metode penghitungan ataupun metode pengeluaran barang dengan cara yang satu ini. mungkin dengan metode ini sangat real jika di hitung, ataupun sangat efektif jika dilakukan pada goods flow.

Seperti namanya metode penghitungan ini memasukkan harga yang terdahulu sebagai harga dasar. Dalam goods flow juga seperti itu, barang yang datang dahulu di keluarkan dahulu. Karena jika barang yang datang dahulu dikeluarkan belakangan pasti jangka waktu tersimpan digudang barang akan lebih lama. Secara otomatis hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas barang.

 

Contoh Perhitungan FIFO

Tgl Pembelian Penjualan Saldo
Qty Harga / Unit Qty Harga / Unit Qty Harga / Unit
3 100 1.000     100 1.000
7 50 1.100     100 1.000
          50 1.100
12     100 1.000    
      20 1.100 30 1.100
  1. Metode LIFO

Perlu diketahui sebelumnya untuk periode yang satu ini sudah dihapuskan dalam standardisasi pencatatan laporan keuangan IFRS. Namun saya tetap memberikan penjelasan untuk menambah pengetahuan pembaca saja.

Seperti namanya Last In First Out yaitu terakhir masuk pertama keluar. Berarti barang yang masuk dalam periode terakhir dikeluarkan duluan. Hal ini yang menjadikan metode penghitungan ini dihapus dari standard pencatatan. Selain sangat tidak efektif juga pasti ada harga endapan harga kecuali jika perusahaan mengeluarkan semua barang digudang.

Namun hal itu tidak mungkin di lakukan perusahaan pihak menejemen. Karena dalam ilmu menejemen persediaan di gudang tidak boleh kosong. Salah satu faktor yang menengarai hukum tersebut karena jika persediaan digudang kosong jika ada pembeli pada saat periode barang kosong maka ada kemungkinan pembeli tersebut beralih ke perusahaan pesaing. Dan hal itu sangat berbahaya bagi operasional perusahaan.

Contoh Perhitungan LIFO

Tgl Pembelian Penjualan Saldo
Qty Harga / Unit Qty Harga / Unit Qty Harga / Unit
3 100 1.000     100 1.000
7 50 1.100     100 1.000
          50 1.100
12     50 1.100    
      20 1.000 80 1.000
             

 

  1. Metode Average / Rata – rata

Metode yang satu ini sangat lumrah dilakukan masyarakat indonesia. Jika kita bapak atau ibu kita memiliki usaha toko kelontong atau di pasar pasti memakai penghitungan persediaan barang dagangnya dengan metode rata-rata.

Contohnya jika pada sesi pembelian pertama dan kedua memperoleh harga yang berbeda maka langsung diambil harga rata-rata tengah barang tersebut. Dan harga jualnya harus lebih tinggi dari harga rata-rata yang sudah di hitung. Karena secara otomatis harga rata-rata yang sudah dihitung menjadi harga pembelian. Jika di jual lebih rendah dari harga tersebut maka toko kelontongnya akan merugi.

Contoh Perhitungan Metode Average

Tgl Pembelian Penjualan Saldo
Qty Harga / Unit Qty Harga / Unit Qty Harga / Unit
3 100 1.000     100 1.000
7 50 1.100     150 1.033
12     100 1.033 50 1.033
15 100 1.200     150 1.144
             

 

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Rio  (D’Consulting Business Consultant)

 

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?