Kali ini, topik yang akan kami bahas mengenai Membedakan Kecurangan dan Kesalahan

Membedakan Kecurangan dan Kesalahan

Membedakan Kecurangan dan Kesalahan

Membedakan Kecurangan dan Kesalahan

Semua perusahaan pasti menginginkan kegiatan operasional nya berjalan dengan baik dan tidak mengalami hambatan baik dari eksternal maupun internal perusahaan. Tetapi pada kenyataannya perusahaan sangat banyak mengalami kendala, baik itu kendala yang muncul dari luar perusahaan maupun dari lingkungan dalam perusahaan sendiri. Kendala-kendala itu bermunculan sewaktu waktu seiring berjalannya aktivitas operasional perusahaan. Banyak sekali macam-macam permasalahan perusahaan, dari eksternal contohnya adalah permasalahan dari suplier, customer maupun dari pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap perusahaan kita yang munculnya dari luar. Contoh permasalahan yang biasanya terjadi adalah dari staf akuntansi salah input data penjualan, atau mungkin salah memasukkan nominal dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana membedakan kecurangan dan kesalahan???

Untuk kali ini kita akan membahas permasalahan cara penyelesaian yang sering kali dan pasti terjadi di semua perusahaan yaitu permasalahan di divisi akuntansi atau keuangan. Kesalahan yang sering kali dilakukan oleh staf akuntansi sudah kita bahas diatas yaitu seringkali salah melakukan pencatatan atau input. Memang terlihat sepele tetapi akan berakibat besara dan fatal karena nantinya hasil dari pekerjaan staf akuntansi akan dijadikan dasar keputusan perusahaan untuk melangkah menghadapi resiko dan mengambil peluang yang ada. Jika apabila yang dijadikan dasar pengambilan keputusan perusahaan salah maka keputusan yang diambil perusahaan pun akan salah dan akan berakibat pada tidak dapat tercapainya perusahaan perusahaan yang berakibat kerugian. Tetapi perusahaan juga harus melakukan antisipasi kemungkinan adanya kesalahan yang disengaja dan juga kesalahan yang tidak di sengaja. Perusahaan seringkali dihadapkan dengan kebingungan untuk mencari karyawan yang sengaja untuk melakukan kesalahan untuk keuntungan pribadinya dengan karyawan yang tidak sengaja melakukan kesalahan.

Maka untuk mendeteksi kejadian-kejadian diatas perusahaan harus melakukan audit intenal secara berkala. Langkah yang harus ditempuh perusahaan adalah dengan melakukan Audit Investigatif dengan tujuan untuk menyelesaikan dengan jelas, permasalahan yang berkaitan dengan adanya indikasi tindak kecurangan dari awal sampai akhir. Lebih khususnya, Pemeriksaan Investigatif meliputi upaya untuk mendapatkan berbagai bukti-bukti dan pernyataan-pernyataan, memberikan kesaksian, penulisan laporan, dan membantu dalam pendeteksian dan pencegahan tindak kecurangan.

Untuk melakukan tindakan internal audit memang tidak mudah. Perlu pengetahuan dan bukti yang sangat kuat untuk membedakan apakah fraud tersebut di lakukan tanpa adanya kesengajaan ataukah fraud tersebut dilakukan untuk kepentingan dan keuntungan seseorang saja. Memang diperlukan orang yang berkompeten di bidangnya, Sehingga untuk perusahaan yang belum memiliki sumber daya manusia di posisi audit internal perusahaan lebih baik melakukan kerjasama dengan pihak yang ahli dalam bidang audit internal dari luar perusahaan yang memiliki dukungan penuh dari top management perusahaan. Karena independensi dari auditor internal harus sangat dijaga maka sangat disarankan kepada perusahaan untuk bekerja sama dengan pihak eksternal perusahaan.

Sekian artikel mengenai membedakan kecurangan dan kesalahan kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Havid Nugroho (EC of D’Consulting Business Consultant)

 

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?