Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN PAJAK JAKARTA akan membahas artikle tentang Kriteria Kelayakan Usaha

Kriteria Kelayakan Usaha

Untuk menentukan kelayakan sebuah usaha dibutuhkan kriteria-kriteria yang terukur. Acuan yang dipergunakan dalam membuat penilaian adalah ilmu pengetahuan manajemen terapan yang memadai dari berbagai disiplin ilmu manajemen, ekonomi dan ilmu sosial lainya. Secara khusus, untuk menentukan kelayakan usaha digunakan peralatan analisis yang melibatkan ilmu menajemen keuangan, pemasaran, manajemen sumber daya manusia dan manajemen operasi perusahaan.

  1. Konsep Nilai Sekarang

Time is money menghadapkan kita pada pertambahan waktu mempunyai potensi perubahan nilai uang, uang Rp 10 juta sekarang nilainya lebih tinggi dari beberapa tahun atau waktu yang akan datang. Uang di investasikan dengan berbagai cara yang tanpa membutuhkan aktifitas produksi saja akan terjadi perubahan harga, baik didepositokan, dibelikan tanah, dibelikan emas atau investasi yang diam lainnya. Bila terjadi harga nominalnya tidak bertambah maka bentuk tersebut bisa dikatakan rugi, sebab nilai Rp. 10 juta tersebut sudah turun dengan perkembangan waktu.

  1. Arus Kas Usaha

Usaha dinyatakan sehat apabila harta lancar lebih besar daripada utang lancarnya. Dalam kondisi demikian sebuah usaha dinyatakan likuid karena mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan harta lancar yang ada. Secara umum harta lancar perusahaan terdiri dari kas untuk operasional, piutang usaha, persediaan dan biaya-biaya dibayar dimuka lainnya (biaya sewa dan asuransi). Sedangkan utang lancar terdiri dari utang usaha, utang pajak, dan utang-utang jangka pendek lainnya. Utang lancar yang berasal dari kredit pemasok bahan-bahan baku yang dapat ditunda pembayarannya sampai piutang dan perpersediaan yang ada dapat dicairkan.

  1. Biaya Modal Usaha

Yang dimaksud biaya modal usaha ialah dana yang digunakan oleh perusahaan, baik pinjaman maupun modal sendiri. Jadi biaya modal usaha dapat di peroleh dengana dana pribadi atau dana dari direksi dan bisa berupa dana pinjaman. Dana pinjaman akan di kenakakan biaya Bungan sebagai biaya modal usaha.

  1. Ukuran Kelayakan Usaha

Ukuran kelayakan usaha merupakan suatu metode untuk dapat meniliak usaha tersebut bisa berjalan seusai dengan rencana. Pengukuran kelayakan dapat di ukur dari kondisi arus kas perusahaan. Jika laporan arus kas perusahaan menunjukkan posisi yang kurang bagus makan aka nada pertimbangan dan atau kebijakan khusu yang akan di ambil oleh perusahaan untuk mengani masalah tersebut. Arus kas juga dapat mengukur layak tidaknya usaha itu di lanjutkan atau di tutup.

  1. Titik impas pejualan

Pengertian titik impas penjualan adalah tingkat volume penjualan yang menyamakan nilai penjualan dengan total biaya atau laba bersih sama dengan nol. Untuk menghitung titik impas inikita harus mengelompokkan biaya ke dalam biaya tetap  dan biaya variabel. Biaya Tetap adalah biaya-biaya yang tidak berubah bila terjadi perubahan volume penjualan. Sedangkan biaya variable akan berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan tersebut.

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Rofiq  (D’Consulting Business Consultant)

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?