Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN MANAGEMEN JAKARTA akan membahas artikel tentang Biaya Bahan Baku

Biaya Bahan Baku

Dalam dunia usaha, perusahaan pasti tidak pernah lepas dari biaya. ketika perusahaan menginginkan barang ataupun jasa, perusahaan pasti membutuhkan biaya. Seperti pada saat melakukan pengurusan perijinan, perusahaan pasti akan membutuhkan biaya, ketika perusahaan akan menggunakan listrik, telepon dan air, perusahaan juga membutuhkan biaya.

Dalam perusahaan manufaktur, terdapat tiga komponen biaya utama yang digunakan yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung serta biaya overhead pabrik. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai biaya bahan baku. Secara umum, bahan baku merupakan seluruh bahan yang digunakan untuk memproduksi suatu produk jadi. Biaya bahan baku umumnya dibagi menjadi dua yaitu bahan baku langsung dan tidak langsung. Biaya bahan baku langsung (direct material) adalah harga semua bahan yang membentuk bagian integral dari barang jadi. Sehingga, bahan baku langsung merupakan bahan baku yang pemakaiannya cukup signifikan dan mudah diukur penggunaannya per unit produk yang dihasilkan. Sedangkan, biaya bahan tidak langsung merupakan harga bahan baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu produk, tetapi pemakaiannya relatif kecil sehingga sulit untuk diukur per unit produk. Nilai biaya bahan baku dapat diketahui nilainya dengan memperhatikan pencatatan persediaan.  Sebagai ilustrasi, ketika perusahaan akan memproduksi produk berupa kursi. Maka, yang dapat dikategorikan sebagai bahan baku langsung adalah adalah kayu. Karena, kayu merupakan komponen utama dalam pembuatan kursi. Jika tidak ada kayu maka kursi tidak dapat dibuat. Lalu, apa yang dapat dikategorikan sebagai bahan baku tidak langsung? Dalam contoh kasus diatas, yang dapat digolongkan sebagai bahan tidak langsung adalah paku, cat, thinner dan lain sebagainya. Kenapa bahan-bahan tersebut dikatan sebagai bahan tidak langsung? Karena bahan-bahan tersebut penggunaanya relative kecil dan penggunaannya pada tiap unit kursi yang dihasilkan cukup sulit diukur, sehingga bahan-bahan tersebut digolongkan menjadi bahan tidak langsung. Lalu bagaimana kita akan menilai berapa biaya bahan baku yang digunakan? Nilai biaya bahan baku dapat diketahui nilainya dengan memperhatikan harga perolehan yang terdapat pada pencatatan persediaan bahan baku. Sebagai ilustrasi, dalam suatu kegiatan produksi pada suatu periode tertentu, diketahui bahwa permintaan bahan baku dari bagian produksi kepada bagian gudang bahan baku adalah sebesar seratus kilogram. Harga perolehan bahan baku tersebut dapat langsung diketahui dari kartu persediaan bahan baku, sehingga pembebanannya dapat langsung dilakukan dengan cara mengkalikan harga perolehan bahan baku dengan permintaan bahan baku dalam hal ini sebesar seratus kilogram.

Jadi, apakah saat ini anda telah dapat menentukan biaya bahan baku yang ada pada perusahaan anda?

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Dwiki  (D’Consulting Business Consultant)

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?