Kali ini Konsultan Pembukuan Kupang akan membahas perihal mengukur efektivitas piutang usaha pada laporan keuangan.

Konsultan Pembukuan Kupang

Konsultan Pembukuan Kupang

Konsultan Pembukuan Kupang

Pernahkah anda melihat perusahaan yang memiliki omset besar tetapi kesulitan dalam melunasi hutang terhadap vendornya? Kesulitan dalam membayar gaji pegawainya? Ya, Piutang! Masalah piutang inilah yang dapat menjadi sumber masalah perusahaan jika tidak dikelola dengan baik. Seringkali perusahaan terjebak dengan fokus penambahan omset tetapi kurang memperhatikan pengelolaan piutangnya. Jika terjadi hal demikian, bagaimana perusahaan mengatasi masalah tersebut? Berikut pembahasan mengenai Mengukur Efektifias Piutang.

Menurut kami Konsultan Pembukuan Kupang, pertama-tama perusahaan perlu membuat analisa piutang usaha. Beberapa analisa piutang yang bisa digunakan adalah “Account Receivable Turnover” dan “Average Collection Period”.  Account Receivable Turnover ini mengukur tentang perputaran piutang dalam suatu periode, sedangkan Average Collection Period ini mengukur rata-rata waktu penagihan piutang perusahaan.

Bagaimana cara membuat analisa Account Receivable Turnover? Pertama, perusahaan harus memiliki pembukuan yang jelas terkait transaksi penjualan. Disini perusahaan perlu memisahkan terlebih dahulu penjualan yang sifatnya kredit dengan penjualan yang tunai. Kredit yang dimaksud disini adalah setiap penjualan yang mana penerimaannya tidak diterima pada hari yang sama, meskipun antara penjualan dan penerimaannya hanya selisih satu hari itu tetap dianggap sebagai penjualan kredit. Mengapa selisih satu hari pun juga dianggap sebagai penjualan kredit? Karena dari situ nanti bisa diukur seberapa cepat perputaran piutang usaha ini untuk menjadi uang tunai. Kemudian setelah memiliki data terkait penjualan kredit, perusahaan perlu memiliki data terkait piutang usaha per akhir periode. Piutang disini berarti total saldo piutang sampai dengan periode terkait, jadi apabila masih ada piutang yang dari tahun jauh ke belakang tetap harus dimasukkan kedalam komponen saldo piutang. Setelah data penjualan kredit dan juga piutang usaha ini berhasil di collect, langkah selanjutnya cukuplah mudah. Kita hanya perlu membagi penjualan kredit dibagi dengan piutang usaha. Dari hasil pembagian tersebut bisa diketahui seberapa besar perputaran piutang usaha dalam satu periode. Semakin besar nilai rasio Account Receivable Turnoverartinya piutang perusahaan berputar semakin cepat yang mana hal tersebut baik untuk perusahaan.

Kemudian terkait analisa kedua yaitu Average Collection Period. Disini untuk mengetahui seberapa lama perusahaan mampu menagih piutang usahanya. Cara menghitung rasio ini cenderung lebih mudah dibanding Account Receivable Turnover. Untuk menghitungnya hanya dengan membagi 30 : Account Receivable Turnover. Dari hasil pembagian tersebut perusahaan mampu melihat seberapa lama umur piutang usahanya jika di rata-rata. Berbeda dengan Account Receivable Turnoveryang nilainya semakin besar semakin baik, maka untuk Average Collection Period ini semakin kecil nilainya akan semakin baik untuk perusahaan. Hal tersebut dikarenakan secara logika perusahaan tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa menagih piutangnya. Sebagai contoh apabila perusahaan menetapkan batas maksimal pembayaran atau termin 60 hari, kemudian nilai Average Collection Periodadalah 45 maka artinya piutang perusahaan masih dalam batas aman.

Dari kedua rasio tersebut perusahan bisa menilai sehat atau tidaknya pengelolaan piutang mereka. Jadi dalam hal ini selain berfokus dalam peningkatan omset, perusahaan perlu memperhatikan piutang usahanya. Peningkatan omset sebaiknya juga berbanding lurus dengan peningkatan kas setara kas, sehingga aset perusahaan tetap likuid. Apabila omset perusahaan meningkat di ikuti dengan naiknya kas setara kas perusahaan, maka masalah seperti keterlambatan pembayaran vendor maupun keterlambatan pembayaran gaji tidak akan terjadi lagi. Dikarenakan piutang usaha memiliki kaitan yang erat dengan likuiditas perusahaan, sebaiknya perusahaan perlu lebih memfokuskan lagi pada pengelolaan piutangnya.

Sekian artikel ini dibahas, apabila ada yang kurang jelas dari artikel atau ada yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?