Kali ini Konsultan Pajak Bandung ingin memberikan sedikit sharing mengenai program tax amnesty yang dilakukan pemerintah sejak bulan Juli 2016.

Konsultan Pajak Bandung

Konsultan Pajak Bandung

Konsultan Pajak Bandung

Bulan Juli 2016 kemarin, program tax amnesty yang sudah diisukan mulai tahun 2015 kemarin, akhirnya berhasil digoalkan oleh pemerintahan presiden Jokowi. Banyak yang bertanya, apa sih tax amnesty itu? Pada dasarnya tax amnesty adalah pemberian pengampunan pajak kepada para wajib pajak yang belum melaporkan hartanya secara benar. Pengampunan pajak yang diberikan ternyata hanya untuk harta yang dimiliki sampai akhir 2015 saja dan mendapatkan tarif yang sangat murah.

Menurut kami Konsultan Pajak Bandung, pada prinsipnya program tax amnesty ini akan sangat memberi keuntungan kepada para wajib pajak yang mau melaporkan hartanya secara benar dan diimbangi dengan melaporkan penghasilan secara benar juga ditahun 2016 dan seterusnya.

Seringkali para klien kami bertanya kepada saya, “pak lalu apa yang harus kami lakukan setelah mengikuti tax amnesty?”. Saya biasanya memberikan mereka arahan, supaya yang mereka dapat membuat pencatatan atau pembukuan terhadap usaha pribadi atau badan yang dimiliki dan pastinya dicatat dengan riil. Karena kedepan sudah tidak bisa lagi kita lari dari pajak, maka sebaiknya laporkan secara riil dan mungkin kita bisa melakukan perencanaan pajak yang hanya berdasarkan undang-undang.

Lalu hal kedua yang juga sering saya sarankan adalah melakukan investasi secara pada inverstasi yang bersifat final. Salah satu investasi final yang biasa juga saya sarankan adalah property. Mengapa property? Karena pada dasarnya banyak unsur dari pembelian ataupun penjualan property yang mendapatkan pajak final, yang mana keuntungannya dari pemanfaatan property tersebut bisa langsung dimasukkan kedalam SPT tahunan, tanpa dikenakan pajak lagi. Ini coba saya jelaskan kepada anda.

Pertama sector property memiliki keuntungan yaitu mendapatkan pajak final, yang mana ketika pemilik property menjual property tersebut akan kena PPh 4 ayat 2 yang bersifat final sebesar 5% (September 2016 akan berubah menjadi 2,5%).

Lalu kedua adalah penghasilan dari sewa bangunan atau tanha juga mendapatkan penghasilan final yang cukup murah. Apabila kita sebagai pemilik bangunan atau pemilik tanah ingin menyewakan tanah atau bangunan kita, maka dari penghasilan tersebut kita cuma dikenakan pajak final sebesar 10% dari penghasilan tersebut, dan tidak dikenakan pajak kembali yang progresif tersebut.

Lalu ketiga adalah kenaikan dari harga bangunan dan tanah tersebut yang kita miliki, dimana rata-rata kenaikan harga tanah dan rumah setahun bisa mencapai 10-20%, tapi apabila kita memiliki tanah dan bangunan dilokasi yang strategis harga tersebut bisa naik jauh lebih tinggi.

Apabila para pembaca ingin menanyakan lebih lanjut mengenai tax amnesty bisa menghubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?