Kali ini Konsultan Bisnis Balikpapan akan membahas proses memodernisasikan toko tradisional agar dapat lebih berkembang dan menghasilkan laba yang signifikan.

Konsultan Bisnis Balikpapan

Konsultan Bisnis Balikpapan

Konsultan Bisnis Balikpapan

Pada dasarnya untuk melakukan proses modernisasi toko tradisional tidaklah susah, asalkan pimpinan perusahaan mau untuk berkomitmen melakukan perubahan, proses tersebut pasti bisa dijalankan. Pada dasarnya modernisasi toko tradisional bermula dari pembuatan struktur organisasi serta ditambahkan dengan visi, misi dan budaya kerja perusahaan. Struktur organisasi yang adapun diharapkan dapat diisi dengan struktur yang professional. Janganlah struktur organisasi seluruhnya diisi dengan keluarga ataupun teman/sahabat sendiri. Hal tersebut malah seringnya berdampak pada ketidak profesionalan cara kerja. Baiknya untuk struktur tersebut memang diisi oleh orang-orang yang capable dan bersikap sebagai karyawan yang professional.

Sebagai Konsultan Bisnis Balikpapan, kami sering menyarankan kepada para klien untuk melakukan perekrutan tenaga kerja melalui proses recruitment yang professional. Berikan aplikasi dan soal-soal yang memang ditujukan untuk menyortir tenaga kerja yang akan masuk kedalam perusahaan. Penentuan personil yang ditujukan untuk menjadi PIC (Person In Charge) dari setiap departemenpun harus ditentukan secara selektif. Apabila sudah dilakukan penentuan personil-personil yang ada disetiap department, tentunya kita harus menentukan juga tugas dan wewenang masing-masing pihak.

Layaknya sebuah kendaraan, sebuah perusahanpun agar dapat berjalan dengan baik harus diberikan prosedur, serta tugas serta tanggungjawab dimasing-masing departemen. Fungsi dari penetapan lini tanggungjawab, otorisasi dan wewenangpun sangat diperlukan agar setiap orang dapat bekerja dengan lebih maksimal dan lebih harmonis. Struktur dan Job Description dari masing-masing departemen diperusahaan, sebaiknya ditempelkan dipapan pengumuman, agar setiap personil yang ada diperusahaan tahu dan dapat membacanya, sehingga tidak ada alasan lagi kalau mereka tidak mengerti struktur, tugas dan tanggungjawab dari masing-masing pihak.

Setelah memiliki tugas dan wewenang untuk masing-masing orang, maka ada baiknya dibuatkan KPI (Key Performance Index), yang mana dari KPI tersebut akan membantu owner agar dapat melihat prestasi dari masing-masing orang secara obyektif. KPI ini harus diberikan indeks prestasi dan kriteria dari setiap nilai yang ada. Lalu sebaiknya ada schedule yang tetap dimana KPI ini dapat dinilai secara berkala, serta ada reward serta punishment yang akan diberikan kepada setiap orang atas pencapaiannya. Hal ini dapat membantu untuk memberikan semangat kepada karyawan yang berkualitas dan dapat mendorong juga untuk karyawan yang kurang berprestasi untuk dapat berbuat lebih. Keseluruhan hal diatas, akan lebih maksimal apabila ditambahkan dengan pengaplikasian SOP yang tepat didalam perusahaan.

Sekian artikel yang kami buat, semoga dapat memberikan gambaran kepada para pembaca. Apabila ada yang kurang jelas mengenai artikel kami dan ingin didiskusikan, silakan hubungi kami di 031 734 6576 / 087 777 510 668 / 0812 3232 9638.

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?