Kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Kartu Stok

Kartu Stok

Kartu Stok

Kartu Stok

Sejalan dengan semakin kompleksnya transaksi dalam dunia bisnis, saat ini banyak perusahaan yang sudah memberlakukan komputerisasi atas sistem akuntansi  perusahaan. Sebagian besar program akuntansi yang ada saat ini juga sudah mencakup sisi persediaan, sehingga setiap mutasi masuk dan keluar sudah bisa tercatat dengan baik. Kemudian mulai muncul pertanyaan “masih perlukah kartu stok manual untuk mencatat transaksi mutasi persediaan?”.  Pertanyaan ini cukup sering saya dapatkan dari klien saya yang memang bingung mengapa masih harus memakai kartu stok manual padahal dilihat dari program saja sudah ketahuan.

Adalah benar apabila program akuntansi saat ini bisa memberikan data history persediaan, sehingga setiap saat kita bisa lihat kapan persediaan masuk maupun keluar. Tapi apakah itu cukup? Belum tentu. Program pun hanya menjalankankan inputan transaksi oleh user, sehingga tidak menutup kemungkinan kesalahan input oleh user menyebabkan saldo persediaan menjadi tidak sesuai. Sebagai contoh: ada transaksi retur penjualan dari customer yang langsung masuk ke gudang tanpa sepengetahuan admin, hal tersebut membuat transaksi retur penjualan tersebut tidak terinput di program. Apakah saldo persediaan di program sesuai dengan riil di lapangan? Tentu tidak sesuai!! Disinilah pentingnya kartu stok manual, karena kartu stok ini dijalankan sendiri oleh bagian gudang yang secara detail mengetahui transaksi riil barang yang keluar masuk gudang, sehingga kartu stok ini bisa dijadikan sebagai data pembanding dengan data yang ada di program.

Pada dasarnya setiap data yang tercatat di program memerlukan data pendukung. Data kas perlu dibandingkan dengan nota-nota riil, data piutang di kroscek dengan kartu piutang, data saldo bank di kroscek dengan rekening Koran, begitu pula dengan data persediaan perlu di kroscek dengan kartu stok.  Fungsi data pembanding ini akan sangat berguna ketika user menemukan data saldo persediaan selisih (biasanya ketahuan ketika stok opname). Sehingga masing-masing sumber data bisa menjadi control atas sumber data yang lain.

Secara praktek, transaksi terkait persediaan gudang akan diinput oleh admin gudang di program, di saat yang bersamaan orang gudang akan mengupdate kartu stok nya. Jika inputan program dan update kartu stok tersebut dicatat secara konsisten, seharusnya saldo program dengan kartu stok tersebut akan sama. Hanya saja biasanya secara praktek lapangan tidak sesuai dengan teori tersebut, sehingga menyebabkan saldo kartu stok dan program menjadi tidak sesuai. Berdasarkan kedua data tersebut, akan lebih memudahkan dalam melakukan tracing data terkait persediaan tersebut.

Demikian sedikit penjelasan mengapa kartu stok manual masih diperlukan meskipun perusahaan anda telah menerapkan komputerisasi  dalam system akuntansi, karena control yang berlapis akan lebih meminimalisir terjadinya potensial loss perusahaan. Terima kasih

 

Sekian artikel mengenai Kartu Stok ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Lukas (SEC of D’Consulting Business Consultant)

 

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?