Untuk proses Audit Laporan Keuangan Bali tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan proses audit tersebut.

Audit Laporan Keuangan Bali

Audit Laporan Keuangan Bali

Audit Laporan Keuangan Bali

Pada dasarnya proses audit selalu dimulai dengan adanya data yang konkrit dan dapat dilakukan proses pemeriksaan. Data tersebut meliputi data pembelian, data penjualan, data kas dan bank, data stok, data buku besar, data laporan keuangan dan bukti-bukti terkait dengan data-data tersebut. Untuk sekarang ini biasanya tidak hanya hardcopy yang dibutuhkan, namun juga softcopy sangatlah dibutuhkan. Dikarenakan dengan adanya softcopy proses audit dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

Biasanya untuk proses Audit Laporan Keuangan Bali, para auditor melakukan beberapa proses yang dapat mengawali proyek audit tersebut. Biasanya dimulai dengan membuat kertas kerja audit. Kertas kerja ini nantinya akan digunakan untuk menginput data-data rekapan setiap transaksi / transaksi buku besar setiap bulan. Setelah melakukan rekap transaksi tersebut biasanya para auditor akan melakukan tracing data yang ada. Apakah data tersebut sudah sesuai dengan bukti-bukti yang ada dilapangan. Setelah melakukan tracing bukti, biasanya auditor juga melakukan proses korelasi antara beberapa akun yang memiliki hubungan. Seperti akun penjualan, dengan akun piutang usaha dengan akun ppn keluaran, dan sebagainya.

Tujuan dari korelasi tersebut memastikan bahwa akun yang dicek sudah sesuai kebenarannya dan akun-akun pendukungnya juga sudah benar. Setelah itu terkadang pihak auditor juga melakukan konfirmasi atas saldo piutang usaha dan hutang usaha kepada seluruh / sebagian supplier maupun customer yang dimiliki oleh perusahaan. hal ini berguna untuk memastikan kebenaran nilai saldo hutang dan piutang usaha yang dilaporkan oleh perusahaan. setelah itu proses bisa dilakukan juga dengan melakukan stok opname dan cash opname pada tanggal tertentu. Tentunya hasil opname tersebut harus dibandingkan dengan catatan secara riil pada saat proses opname dan dilakukan juga proses tarik mundur transaksi yang ada. Sehingga dapat menghasilkan saldo pada akhir tahun audit laporan keuangan.

Setelah proses audit tersebut dilakukan, barulah auditor bisa melakukan proses audit lainnya yang mana proses ini biasanya tekniknya dapat berlainan antara masing-masing auditor. Sekian artikel ini semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Apabila ada yang kurang jelas mengenai artikel yang kami tulis, silakang hubungi kami di 031 734 6576 / 087 777 510 668 / 0812 3232 9638.

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?