Artikel kali Komi Konsultan Pajak Palangkaraya akan membahas mengenai Penerapan HET Beras? Menguntungkan Atau Merugikan?

Konsultan Bisnis Palangkaraya

PENERAPAN HET BERAS? MENGUNTUNGKAN ATAU MERUGIKAN?

Sumber berita :

http://koran.bisnis.com/read/20170911/448/688544/het-beras-ruang-pilih-konsumen-mengerucut

Beberapa tempo lalu pengusaha beras di Indonesia dikagetkan dengan penerapan HET (Harga Eceran Tertinggi) beras senilai 9000an. Hal ini langsung membuat para pengusaha beras kaget dan tidak bisa beroperasi selama beberapa pekan, dikarenakan harga bahan pokok yang mereka beli sudah cukup tinggi.

Konsultan Sistem Palangkaraya | Konsultan Sop Palangkaraya | Konsultan Audit Keuangan Palangkaraya

Namun tidak lama keputusan tersebut dicabut, dikarenakan dinilai tidak berdasar dan tidak memperhatikan aspek pasar yang ada.

Kali ini pemerintah berupaya lagi menetapkan batas beras medium dan premium, dengan harga yang juga sudah dibatasi oleh pemerintah. *Lalu ketika hal ini terjadi, apa benar-benar menguntungkan atau malah merugikan pihak tertentu?*

Sebagai konsultan bisnis dan keuangan, saya mencoba untuk menelisik kasus ini. Kalau dilihat dari sisi customer mereka kemungkinan besar akan diuntungkan, karena akan mendapatkan harga beras dengan standard yang jelas dan mungkin akan menjadi lebih murah dari sebelumnya.

*Namun kalau dari sisi pengusaha beras ataupun malah dari sisi petani?* Bagaimana???

Pandangan saya pengusaha beras tentunya juga pasti akan kelimpungan diawal, karena produk-produk inovatif yang mereka ciptakan, akhirnya tidak mendapat apresiasi dari pemerintah.

Sebagai contoh ada produk beras premium yang memang menggunakan bahan-bahan alami dalam memproduksi berasnya dan menjadikan cost mereka cukup tinggi, dan secara otomatis menjadikan harga jual mereka lebih tinggi dipasaran. Namun ada juga produk beras premium lain yang memproses beras mereka dengan cost yang murah dan tentunya dengan bahan-bahan penolong “seadanya”, maka pastilah harga jual mereka akan lebih murah dipasaran.

Bisa anda bayangkan kan? Kalau standard harga tersebut diberlakukan, maka cost ini akan menjadi pertimbangan pengusaha beras untuk bisa bersaing dipasar!

Belum lagi dari sisi petani, ini juga hal yang harus kita perhatikan. Apabila dalam kondisi seperti ini, pandangan saya petani akan mendapatkan posisi paling dirugikan. Karena dengan cost yang tinggi, dan harga jual terbatas, maka harga bahan baku tersebut pasti akan ditekan serendah mungkin. Akhirnya margin dari petanipun akan menipis. Akhirnya hal ini pasti akan mempengaruhi supply chain yang lain, seperti pupuk, obat2an pertanian, roda ekonomi dikalangan bawah, dsbnya.

Ya itulah siklus ekonomi yang saling terkait, dimana supply dari petani akan mempengaruhi pengusaha, dan cost pengusaha akan mempengaruhi harga jual ke pasar.

 

Selamat pagi dan salam sukses!

 

*Dedy Sidarta*

*CEO – D’Consulting Business Consultant*

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?