Kami D’Consulting Business Consultant sering kali diundang menjadi Pembicara Seminar Surabaya untuk membahas berbagai macam topik terkait keuangan, sistem, pembukuan, pajak, dsb.

Pembicara Seminar Surabaya

Pembicara Seminar Surabaya

Pembicara Seminar Surabaya

Dipertengahan hingga akhir 2016, kami banyak sekali memberikan seminar mengenai tax amnesty dibanyak institusi, mulai sekuritas, asuransi, broker property dsbnya. Hal ini dikarenakan memang program tax amnesty ini sangat diminati oleh para wajib pajak, khususnya yang belum melaporkan secara keseluruhan harta yang dimiliki didalam SPT tahunan.

Ketika kami diundang menjadi Pembicara Seminar Surabaya dengan topik tax amnesty, tentunya banyak pertanyaan terkait tax amnesty yang mengganjal dibenak para wajib pajak. Mungkin kami sedikit resumekan supaya para pembaca bisa lebih memahami mengenai program ini dan apa yang ada dibenak para wajib pajak, serta jawaban atas permasalahan tersebut.

  1. “Pak apakah kalau saya di spt 2015 membayar tarif 1% final, apakah saya bisa mendapatkan tarif tax amnesty 0,5% meskipun harusnya penjualan saya diatas 4,8M setahun?”. Jawaban kami adalah sebaiknya menggunakan tarif yang normal. Apabila deklarasi dalam negeri bisa menggunakan tarif 2%, 3% dan 5%. Bila deklarasi luar negeri bisa menggunakan tarif 4%, 6% dan 10%.
  2. “Pak harta saya ada memiliki harta atas nama orang tua, apakah perlu ditax amnestykan dan bagaimana prosedurnya? Lalu baiknya ditax amnestykan di saya atau orang tua saya?”. Jawaban kami adalah apabila memang harta tersebut mau diberikan atau diwariskan kepada anda, maka baiknya ditax amnestykan di NPWP anda, tapi bila tidak maka baiknya ditax amnestykan di NPWP orang tua anda. Prosedurnya adalah anda tinggal melist harta yang ada, lalu dibandingkan dengan yang pernah dilaporkan didalam SPT 2015. Lalu yang belum dilaporkan di SPT 2015, maka baiknya ditax amnestykan melalui prosedur standard.
  3. “Pak saya dan istri memiliki harta dengan nama masing-masing, tapi istri saya tidak memiliki NPWP. Apakah perlu istri saya membuat NPWP terlebih dulu, baru ditax amnestykan atas namanya sendiri?”. Jawaban kami adalah apabila istri dan anda tidak ada perjanjian pisah harta, maka saran kami ditax amenstykan dengan npwp suami. Namun bila ada perjanjian pisah harta, maka boleh dibuatkan NPWP istri terlebih dulu, baru ditax amnestykan dimasing-masing NPWP.

Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin sering dilontarkan oleh para peserta seminar tax amensty dibeberapa kota yang saya hadiri, mulai dari Surabaya, Jakarta, Bali, Kediri, Tegal, Semarang, Kupang, Palu, Samarinda, dsb.

Apabila anda ingin mengundang kami untuk membahas seputar keuangan, sistem, pajak, accounting, dan bisnis, silakan hubungi kami di 031 734 6576 / 087 777 510 668 / 0821 3232 8778.

 

 

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?