Artikel kali ini akan mengangkat pokok bahasan mengenai Neraca dan Laba Rugi

Neraca dan Laba Rugi

Neraca dan Laba Rugi

Neraca dan Laba Rugi

Istilah Neraca Keuangan mungkin sudah cukup populer di kalangan pelaku bisnis, hanya saja belum banyak yang memahami laporan tersebut. Dari sekian banyak bertemu klien dari beberapa jenis perusahaan, masih cukup banyak pelaku bisnis yang hanya berfokus pada laporan laba rugi perusahaan. Mereka cukup puas melihat data keuntungan perusahaan yang senilai seratus juta, dua ratus juta dan seterusnya. Pada hari berikutnya di perusahaan yang sama, bagian finance justru kesulitan membayar hutang ke supplier. Si bos pun marah besar, bagaimana bisa perusahaan untung sekian ratus juta tapi tidak ada uang untuk bayar supplier? Inilah sisi kompleksitas keuangan yang harus dibedah lebih dalam lagi, tidak hanya terpaku pada laporan laba rugi.

Secara garis besar, kondisi keuangan perusahaan bisa tercermin dari 2 Laporan keuangan, yakni Neraca dan Laba Rugi. Hanya saja, yang lebih populer di kalangan pelaku bisnis hanyalah laba rugi karena mereka ingin tahu berapa keuntungan perusahaan. Padahal Neraca ini memberikan informasi yang lebih detail terkait kondisi keuangan perusahaan. Beberapa informasi terkait perusahaan yang terkandung dalam laporan Neraca antara lain :

  • Nilai kas/bank yang dimiliki perusahaan
  • Nilai piutang perusahaan
  • Nilai persediaan perusahaan
  • Nilai Aset tetap perusahaan
  • Nilai hutang perusahaan
  • Nilai Ekuitas (modal) perusahaan

Banyak factor yang bisa di analisa dalam keuangan perusahaan. Untung besar tapi tidak bisa bayar supplier mungkin penjualan perusahaan banyak yang nggantung di piutang sehingga cash flow perusahaan macet. Kemudian ada lagi kasus untung besar, piutang juga lancar tetapi kas bank perusahaan rendah sekali, ternyata asset tetap perusahaan meningkat drastis, artinya banyak pengeluaran untuk menambah aset tetap perusahaan. Adalagi kasus nilai persediaan yang sangat besar, artinya perputaran persediaan lebih lambat dibanding dengan pembelian persediaan, cepat atau lambat hal ini akan menjadi bumerang karena tagihan supplier cepat atau lambat akan meledak tanpa diimbangi meningkatnya omset.

Contoh analisa-analisa simpel di atas tidak akan bisa dilakukan hanya berbekal data dari laba rugi.  Analisa berbekal laporan laba rugi hanya sebatas pada kenaikan atau penurunan pada pos-pos biaya maupun omset. Sedangkan analisa yang lebih detail perlu melibatkan laporan neraca keuangan perusahaan.

Demikian sedikit penjelasan mengenai aplikasi penggunaan laporan neraca keuangan perusahaan. Semoga dengan ini anda lebih aware dengan kondisi keuangan perusahaan anda, tidak hanya fokus hanya pada laba rugi. Terima kasih

Sekian artikel mengenai Neraca dan Laba Rugi ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Lukas (SEC of D’Consulting Business Consultant)

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?