Pada kesempatan kali ini Konsultan Pajak Surabaya akan membahas artikel tentang Masih bisa ga sih Sembunyi Dari Pajak

kosnultan pajak surabaya, konsultan bisnis surabaya, konsultan keuangan surabaya

Masih Bisa Nggak Sih Semubunyi Dari Pajak

Tidak bisa dipungkiri bahwa pajak masih dianggap sebagai beban tersendiri bagi para pelaku bisnis di Indonesia, sehingga tidak heran jika banyak orang masih berpikir bagaimana caranya agar pajak yang dibayarkan bisa ditekan seminimal mungkin. Berbagai cara dipikirkan untuk bisa menekan biaya pajak, mulai dari cara yang masih abu-abu bahkan yang hitam sekalipun. Salah satu cara yang banyak dipakai oleh wajib pajak dalam mensiasati pajak adalah dengan menimbun omset ke rekening pribadi.

Ya benar, rekening pribadi dulunya adalah tempat yang aman untuk menimbun asset, sehingga tidak jarang pengusaha yang membatasi omset di rekening perusahaannya, kemudian mengalihkannya ke rekening pribadi. Alhasil, petugas pajak pun akhirnya kesulitan menelusuri transaksi yang dialihkan ke rekening pribadi tersebut. Cara tersebut dianggap efektif sampai pada masa tahun 2000 an , dimana pemerintah masih belum memiliki database perpajakan yang kuat. Sampai kemudian pemerintah berupaya menggali data wajib pajak pada tahun 2008 dengan program sunset policy jilid 1, kemudian mungkin karena dirasa belum optimal, pemerintah mengadakan lagi sunset policy jilid 2 di tahun 2015.

Tak cukup sampai disitu, pada tahun 2016 pemerintah mewajibkan wajib pajak dengan status PKP (Pengusaha Kena Pajak) untuk menggunakan aplikasi E-Faktur. Disini pemerintah terlihat mulai serius mengawasi transaksi perdagangan wajib pajak. Sektor yang diincar tentu saja PPN, tetapi lebih jauh juga bisa dipakai sebagai kontrol pemerintah atas pertambahan asset wajib pajak. Sampai disini pengusaha-pengusaha dengan omset besar tentu saja terjaring masuk dalam database pemerintah, sehingga pemerintah lebih mudah dalam melakukan kontrol.

Sampai dititik itupun, pemerintah merasa masih banyak data pajak yang masih belum di collect, terlebih di sector wajib pajak pribadi, UMKM, serta asset wajib pajak Indonesia yang ada di luar negeri. Kemudian masih di tahun yang sama dengan diberlakukannya E-Faktur, pada tahun 2016 pemerintah melaunching program pengampunan pajak atau yang lebih dikenal dengan istilah Tax Amnesty. Diluar mengejar pendapatan pajak melalui pembayaran uang tebusan tax amnesty, melalui program tax amnesty ini pemerintah sukses memperkaya database pajak yang sebelumnya tidak pernah tercover. Mulai dari wajib pajak pribadi, UMKM, Badan, bahkan aset-aset wajib pajak di luar negeri pun mulai masuk ke dalam database pajak pemerintah, bahkan tax amnesty di Indonesia di klaim sebagai program pengampunan pajak tersukses yang pernah ada di dunia.

Apakah upaya pemerintah sudah cukup sampai disitu? BELUM! Mungkin karena dirasa masih banyak wajib pajak memecah asetnya ke dalam beberapa rekening pribadi, maka pada tahun 2017, pemerintah yang dimotori oleh kemenkeu dan Ditjen Pajak membuat kerjasama yang menyebutkan jika data perbankan bisa diakses oleh pajak. Bahkan yang terbaru, rekening pribadi dengan nilai total 1 Milyar bisa diakses oleh Ditjen Pajak. Hal ini kontan saja membuat para pelaku bisnis kelimpungan, konsep lama yang menimbun asset di rekening pribadi tentu saja akan mudah di akses oleh pajak saat ini.

Sampai di titik ini, perkembangan dunia perpajakan masih akan terus cair, muara dari semua ini akan mengarah pada terbukanya semua akses perpajakan di Indonesia, sehingga potensi untuk bisa sembunyi dari pajak akan semakin kecil. Demikian sedikit artikel ini semoga bisa membuka wawasan wajib pajak sekalian.

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Lucas  (EC Of D’Consulting Business Consultant)

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?