Kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Kartin 1 yang sedang hangat diperbincangkan

Kartin 1

Kartin 1

Kartin 1

Transaksi  adalah bagian dari kehidupan manusia yang essensial  dan muncul hampir seumur peradaban manusia itu sendiri. Namun yang membedakan manusia sangat unik sebagai makhluk ekonomi  adalah mampu menjadikan dirinya sebagai subyek sekaligus obyek dari transaksi tersebut pada saat bersamaan. Itulah sebabnya proses perbaikan sistem transaksi  selalu dilakukan manusia  untuk memudahkan kehidupannya. Hal ini yang sudah dilakukan Direktorat jendral pajak, Setelah meluncurkan e-filling yang membuat pelaporan pajak lebih cepat dan efisien melalui pelaporan online. Tanggal 31 Maret 2017 atau lebih tepatnya hari jumat  kemarin direktorat jendral pajak resmi meluncurkan NPWP smard card atau lebih dikenal Kartu Indonesia Satu (Kantin 1).

Kartin 1 dibekali banyak keunggulan dan teknologi terkini. Untuk awal Dirjen pajak akan membuat prototipe dimana Dirjen pajak menggandeng Bank BUMN yakni bank mandiri sebagai penyedia awal kartu dan nantinya bank-bank lain bisa menyusul. Tujuan adanya NPWP smart card untuk memudahkan wajib pajak dalam pelaporan, akan ada kejutan lain khusus bagi wajib pajak yang masih dirahasiakan oleh dirjen pajak namun arahnya setiap pelaporan pajak akan terintegrasi dengan kartu ini. Banyak mamfaat yang akan diperoleh oleh wajib pajak yang mempunyai  kartu ini. Kartu ini dapat menjadi single identifikasi number dimana dapat diintegrasikan dengan kartu identitas yang lain seperti KTP, SIM maupun kartu BPJS. Bahkan kartu tersebut dapat terhubung dengan kartu kredit. Jadi nantinya wajib pajak tidak perlu membuat banyak kartu cukup memiliki NPWP smart card semua dapat terakses. Wajib pajak dapat memasukkan nomer KTP, SIM, BPJS dan lain-lain. untuk keamanan sendiri Dirjen pajak memastikan bahwa satu orang hanya dapat satu NPWP smart card saja. Sehingga hal ini dapat mencegah kartu identitas ganda. Wajib pajak tidak perlu khawatir bahwa kartu dapat dibobol kartu dirjen pajak sudah menyiapkan teknologi sehingga kartu ini akan sulit ditiru dan digandakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun untuk kartu yang terhubung dengan kredit perbankan, harus mendapatkan izin otoritas jasa keuangan.

Selain itu, kartu ini akan ditanamkan chip yang berisi identitas wajib pajak layaknya kartu ATM ketika didekatkan dengan mesin scanner makan akan otomatis muncul identitas si wajib pajak. Jadi dengan adanya kartu ini, harapannya akan memudahkan sistem perpajakan indonesia, kecepatan akses dan perbaikan database. Akankah wajib pajak antusias dengan kartu ini atau mereka merasa antipati dengan kartin 1 mengingat bahwa akhir-akhir ini terdapat berita panas terkait mega korupsi E-KTP yang menyeret nama-nama besar seperti sejumlah anggota DPR dan mantan menteri era SBY. Perlu diketahui bahwa E-KTP dulunya digadang-gadang sebagai kartu elektronik canggih yang berisi nama dan nomer penduduk. Proyek tersebut menyedot anggaran negara triliunan rupiah karena per kartu E-KTP dihargai Rp 16.000,00. Namun setelah ditelusuri oleh KPK ternyata tidak bernilai Rp16.000,00 akan tetapi satu kartu tersebut hanya bernilai Rp4.000,00. Ternyata E-KTP tersebut tidak ubahnya seperti plastik biasa yang sekedar dibenamkan tanda pengenal. Kuliatasnya jauh dari harapa. Akankah NPWP smart card ini dapat menjawab keraguan dan menepis anggapan umum yang sudah terlanjur dirusak mega  korupsi E-KTP. Kita tunggu saja peresmian resmi secara masal yang akan dilakukan pada bulan Juni 2017 oleh direktorat jendral pajak dan apakah wajib pajak akan antusias. Kita lihat saja nanti

Sekian artikel mengenai Kartin 1 ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Badrut Tamam (EC of D’Consulting Business Consultant)

©2020 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?