Pada kesempatan kali ini kami JASA AKUNTANSI BIMA akan membahas artikel tentang Pemahan Dasar Arus Kas Dalam Laporan Keuangan 

Membuat Bukti Pencatatan

Jasa Akuntansi Bima

Pemahaman Dasar Arus Kas Dalam Laporan Keuangan

Di laporan laba rugi mencerminkan aktivitas perusahaan perusahaan termasuk juga penjualan yang diperoleh oleh perusahaan, namun di dalam laporan laba-rugi ini tidak mencerminkan kas yang diterima maupun yang dikeluarkan. Meskipun dalam laba-rugi terdapat komponen pendapatan dan beban namun kas yang keluar tidak benar-benar mencerminkan kedua jenis akun tersebut. Untuk itulah dibutuhkan laporan yang benar-benar mencerminkan arus kas (cash flow) masuk maupun keluar yang selanjutnya disebut laporan arus kas.

Konsultan Pajak Bima | Konsultan Bisnis Bima | Konsultan Sistem Bima

Menurut kami Jasa Akuntansi Malang, Laporan Cash Flow melaporkan arus kas masuk maupun arus kas keluar perusahaan selama satu periode. Laporan arus kas ini terbagi menjadi dua metode yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Pada metode langsung dilakukan pemeriksaan kembali setiap pos (perkiraan) laporan laba rugi dengan tujuan melaporkan seberapa banyak kas diterima atau dikeluarkan sehubungan dengan pos tersebut, sedangkan metode tidak langsung, laporan arus kas dimulai dengan laba bersih yang dilaporkan dalam laba rugi, dan menyesuaikan nilai akrual ini untuk setiap hal yang tidak mempengaruhi arus kas. Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pembayaran diklasifikasikan menurut tiga kategori utama, yaitu aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan. Berikut penjabarannya :

Konsultan Sop Bima | Konsultan Audit Keuangan Bima | Konsultan Pembukuan Bima

  1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi. Arus kas yang paling utama dari perusahaan adalah terkait dengan akivitas operasi. Aktivitas operasi dalam metode langsung hakikatnya menguji kembali setiap item (komponen) laporan laba-rugi dengan tujuan untuk melaporkan berapa besar kas yang diterima atau dibayarkan terkait dengan setiap komponen dari laporan laba-rugi tersebut. Sebagai contoh, besarnya penjualan akan diuji kembali melalui laporan arus kas untuk mengetahui besaran kas yang diterima. Begitu halnya dengan harga pokok penjualan diuji kembali untuk mengetahui besaran kas yang dikeluarkan untuk membayar supplier. Untuk beban gaji atau upah, beban bunga, beban pajak penghasilan, dan beban-beban lainnya yang terjadi dalam laporan laba-rugi juga akan diuji kembali apakah benar kas yang keluar sudah sesuai dengan nilai yang tertera di laporan tersebut. Sedangkan, aktivitas operasi untuk aktivitas tidak langsung atau disebut juga metode rekonsiliasi dimulai dengan angka laba-rugi bersih sebagaimana yang dilaporkan dalam laporan laba-rugi dan menyesuaikan besarnya laba/rugi bersih tersebut yang telah diukur  atas dasar akrual dengan item-item yang tidak mempengaruhi arus kas. Dengan kata lain, besarnya laba rugi bersih sebagai hasil dari akuntansi akrual akan disesuaikan atau direkonsiliasi untuk menentukan jumlah arus kas bersih yang masuk.
  2. Arus kas dari aktivitas investasi. Aktivitas investasi adalah membeli atau menjual tanah, bangunan dan peralatan. Selain itu, aktivitas investasi juga meliputi pembelian dan penjualan intrumen keuangan yang bukan untuk diperdagangkan , penjualan segmen bisnis dan pemberian pinjaman kepada entitas lain termasuk penagihannya.
  3. Arus kas dari aktivitas pembiayaan. Aktivitas pembiayaan meliputi transaksi-transaksi yang dimana kas diperoleh atau dibayarkan kembali ke pemilik dana atau investor dan kreditor. Sebagai contoh, kas bersih yang diterima dari penerbitan saham atau sekuritas modal atau obligasi atau sekuritas utang, pembayaran untuk membeli kembali saham biasa atau sebagai treasury stock, atau untuk menebus kembali utang obligasi, dan pembayaran dividen tunai. Jadi, yang termasuk ke dalam aktivitas pembiayaan adalah meliputi  transaksi-transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang maupun ekuitas modal.

Konsultan Keuangan Bima | Konsultan Manajemen Bima | Konsultan Perencaan Keuangan Bima

Nah, dengan arus kas ini, investor atau pengguna dapat benar-benar mengontrol kas keluar dan yang masuk agar dapat mengefisiensi pengeluaran maupun memaksimal setiap pemasukan yang diterima. Sekian artikel mengenai arus kas (cash flow) yang kami bahas, apabila ada yang kurang jelas dari artikel atau ada yang ingin dikonsultasikan, silahkan menghubungi di 087 777 510 668 / 0821 3232 8878 / 031 734 6576.

 

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?