Pada kesempatan kali ini kami KONSULTAN SISTEM SURABAYA akan membahas artikel tentang Pahami Perputaran Piutang Untuk Meningkatkan Laba

Perputaran Piutang Untuk Meningkatkan Laba

Perusahaan membutuhkan dana yang likuid guna keberlangsungan usaha yaitu yang paling likuid kas dan piutang , tetapi untuk akun piutang perusahaan sering kesusahan untuk mendapatkan dana piutang tersebut tergantung dengan pelanggan karena dari sisi lain operasional perusahaan tidak begitu memeriksa hanya berorientasi pada penjualan saja. Perputaran piutang harus terjadi karena menunjukkan berapa kali suatu perusahaan melakukan tagihan atas piutangnya pada suatu periode tertenu. Receivale Turnover sangatlah penting untuk dilakukan karena semakin tinggi perputaran piutang, maka piutang yang dapat ditagih oleh perusahaan makin banyak. Sehingga akan memperkecil adanya  piutang yang tidak tertagih dan memperlancar arus kas.

Selain itu dengan adanya Perputaran Piutang (Receivable Turnover) maka akan dapat diketahui bagaimana kinerja bagian marketing dalam mencari pelanggan yang potensial membeli akan tetapi juga potensial membayar piutangnya. Perputaran Piutang (Receivable Turnover) sering kali digunakan oleh perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit, misalnya perusahaan yang bergerak dibidang distributor. Piutang muncul karena perusahaan melakukan penjulan secara kredit  untuk meningkatkan volume usahanya, perputaran piutang menunjukkan periode terikatnya modal kerja dalam piutang dimana semakin cepat periode berputarnya menunjukkan semakin cepat perusahaan  mendapatkan keuntungan dari penjualan kredit tersebut, sehingga profitabilitas  perusahaan juga ikut meningkat.

Perputaran piutang menyatakan periode berputarnya menunjukkan semakin cepat perusahaan kembali menjadi kas. Manajer piutang perusahaan harus bisa menambah penjualan  kreditnya dan menjaga rata-rata piutang harus tetap rendah supaya perputarannya  meningkat (Putra, 2012). Bertambahnya penjualan kredit diharapkan dapat  meningkatkan laba, sehingga profitabilitas juga meningkat.  Salah satu komponen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar adalah persediaan. Pengelolaan persediaan merupakan suatu pekerjaan yang sulit,  kesalahan dalam menentukan tingkat persediaan dapat berakibat fatal. Besarnya persediaan dapat ditingkatkan sepanjang ada penghematan. Keseimbangan antara penghematan dan biaya yang timbul sangat tergantung atas tambahan  biaya simpan dan pengendalian persediaan yang efisien.

Perusahaan yang memberikan jangka waktu kredit yang panjang cenderung memiliki piutang usaha yang relatif tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang memberikan jangka waktu kredit yang pendek. Kas yang diperoleh dari penagihan piutang akan meningkatkan solvensi dan mengurangi risiko kerugian dari piutang tak tertagih. Dua ukuran yang sangat berguna untuk mengevaluasi efisiensi penagihan piutang adalah :

  1. Perputaran piutang usaha

Sebagai alat ukur seberapa sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun

  1. Jumlah hari penjualan dalam piutang

Menentukan rata-ata dapat ditentukan dengan menggunakan data-data bulanan atau dengan menambahkan saldo piutang usaha awal dan akhir tahun.

 

Perusahaan juga harus mempunyai strategi untuk mendapatkan piutang dari pelanggan, ada beberapa informasi untuk melancarkan piutang pelanggan :

  1. Membuat jadwal pembayaran

Jika mendapatkan pembelian atau mengerjakan proyek dengan skala besar, buatkan skema pembayaran yang dapat diterima oleh perusahaan maupun pelanggan dalam negosiasi kontrak. Jangan tempatkan pembayaran secara penuh di tanggal jatuh tempo. Tapi buat dengan membaginya pada tanggal-tanggal tertentu sampai jatuh tempo. Ini akan meringankan kedua pihak dalam merealisasikan proyek.

  1. Berikan diskon atau insentif pembayaran

Dalam memberikan penawaran harga, perusahaan tentunya sudah memberikan margin beberapa persen dari HPP produk item. Mengurangi sedikit keuntungan dari produk yang  dijual tentunya tidak akan terlalu mempengaruhi pendapatan. Berikan sedikit insentif atau diskon harga bagi pelanggan yang dapat membayar piutang tepat waktu atau sebelum jatuh tempo pembayaran. Hal ini mungkin akan membuat pelanggan tertarik untuk membayar piutangnya tepat waktu.

  1. Kirim reminder pembayaran

Kirimkan pengingat kepada pelanggan anda bahwa jatuh tempo piutang sudah dekat satu atau dua minggu sebelumnya. Pengingat ini akan membuat pelanggan dapat menyiapkan dana untuk pembayaran piutangnya. Beberapa kasus keterlambatan atau gagal bayar piutang adalah karena pelanggan tidak siap dengan pengeluaran yang juga besar yang bersamaan dengan tanggal jatuh tempo piutangnya.

  1. Kirim reminder dengan format berbeda-beda

Mungkin perusahaan anda memiliki format reminder yang sama untuk setiap pelanggan yang memiliki piutang. Mencoba untuk membuat format reminder yang berbeda satu sama dan ditandatangani langsung oleh pimpinan selaku pemilik perusahaan atau mungkin manajer keuangan. Mungkin cara ini sedikit merepotkan, tetapi pelanggan akan merasa “dihargai” jika mendapatkan surat langsung dari pimpinan langsung bukan atas nama perusahaan anda.

  1. Setelah pengingat, saatnya “peringatan”

Empat tips sebelumnya adalah pengingat halus untuk pelanggan agar tidak telat membayar piutang. Jika keempat tips sebelumnya tidak berhasil, yang harus dilakukan adalah untuk memberi “peringatan”. “Peringatan” bisa berupa mengirimkan salinan kontrak pembelian atau kerjasama dengan menebalkan pasal-pasal yang berisi sanksi. Cara ini mungkin akan membuat pelanggan sadar dengan piutang yang ia miliki terhadap perusahaan.

 

Sampai bertemu di pembahasan selanjutnya dan salam Artikel.  Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created By : Adi  (EC Of D’Consulting Business Consultant)

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?