Kali ini kami Konsultan Accurate Semarang ingin membahas perihal bagaimana cara membuat SOP Pengakuan hutang untuk mendukung jalannya program akuntansi.

Konsultan Accurate Semarang

Konsultan Accurate Semarang

Konsultan Accurate Semarang

Sering kali perusahaan tradisional tidak melakukan pencatatan hutang usaha secara rapi. Biasanya mereka hanya mengarsip bukti nota pembelian di laci kantor, lalu diberikan gelang karet dan apabila sudah lunas maka akan mereka sobek atau buang nota pembelian tersebut. Padahal hal tersebut sangat riskan sekali apabila terjadi misal terkena air ataupun terkena api, maka seluruh laporan hutang yang ada akan hilang dan tentunya apabila supplier menagih pada nominal yang tidak seharusnya kita juga tidak bisa mengecek kebenarannya. Apalagi apabila ternyata nota tersebut yang disobek atau dibuang, ternyata masih ada kekeliruan, so pasti kita tidak dapat mengecek kembali kebenaran nota tersebut. Nah tentunya hal tersebut dapat menimbulkan kekacauan besar didalam bidang keuangan perusahaan.

Menurut kami Konsultan Accurate Semarang proses pengarsipan hutang usaha yang benar dimulai ketika bagian finance menerima Faktur Penjualan dari supplier, yang mana akhirnya didalam perusahaan nanti dinamai sebagai faktur pembelian/invoice pembelian. Invoice pembelian tersebut layaknya dilampiri dengan Surat Jalan, Bukti Penerimaan Gudang dan Purchase Order. Keempat dokumen ini harus benar-benar dicek oleh bagian Finance atas kebenarannya.

Apabila sudah cocok, maka tentunya bagian finance harus mencatat penambahan hutang untuk setiap supplier, entah dicatat dibuku ataupun dikomputer. Namun untuk era sekarang ini, kami lebih menyarankan apabila bisa dicatat didalam laporan yang berupa program akuntansi. So tentunya dengan cara seperti ini laporan akan lebih mudah untuk tersimpan dari pada menggunakan cara manual. Ketika sudah menyimpan didalam program, baiknya bagian finance melakukan pengarsipan terhadap faktur pembelian tadi kedalam satu odner, yang mana odner ini akan digunakan untuk mengecek invoice pembelian mana saja yang belum lunas. Lalu dibuatkan 1 lagi odner yang mana diisi copy dari faktur pembelian yang didapat, namun hanya diurutkan saja berdasarkan tanggal. So tentunya apabila dari odner yang kedua ini akan mengetahui jumlah pembelian yang dilakukan oleh perusahaan selama sebulan.

Setelah itu apabila invoice pembelian itu sudah terbayar, maka baiknya bagian finance menyimpan arsipnya didalam dokumen pengeluaran kas ataupun bank. Tentunya jangan dibakar atau dibuang juga dokumennya, karena dokumen ini tentunya akan dibutuhkan untuk pelaporan pajak selama 5 tahun mendatang.

Tentunya masih banyak hal yang bisa disharingkan terkait prosedur pembelian, penjualan ataupun prosedur yang lainnya. Tunggu artikel kami berikutnya, yang tentunya akan memberikan inspirasi kepada para pembaca. Apabila ada yang ingin ditanyakan kepada kami silakan hubungi 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

©2019 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?