Artikel kali ini, kami akan membahas mengenai Manajemen Stok

Manajemen Stok

Manajemen Stok

Manajemen Stok

Berbicara mengenai stok (persediaan) tentunya hal ini adalah salah satu asset terbesar setiap perusahaan. Berbagai jenis perusahaan akan berupaya sedemikian rupa untuk bisa memaksimalkan stok yang mereka miliki agar bisa mendatangkan keuntungan. Permasalahannya ada tipikal stok yang berpotensi merugikan perusahaan, sebagai contoh barang slow moving maupun barang-barang yang mendekati masa expired. Bagaimana mengelola barang-barang tersebut agar tetap bisa memberikan benefit bagi perusahaan? Artikel ini saya tulis khusus untuk membahas bagaimana mengelola stok dengan karakteristik tersebut  di perusahaan dagang retail.

Untuk bisa memaksimalkan potensi stok yang dimiliki, perusahaan harus bisa memilah terlebih dahulu stok yang kategori fast moving dan slow moving. Pertanyaan selanjutnya biasanya adalah “Mengapa harus menyimpan stok yang slow moving? Kalau sudah tahu barang tersebut slow moving mestinya kita tidak perlu order lagi dong?”. Statement tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Memang benar stok slow moving akan membuat cash flow kita melambat, tetapi barang-barang slow moving inilah yang bisa menjadi pembeda dibanding dengan competitor kita. Kebanyakan orang pasti tidak terlalu berani menimbun stok yang sifatnya slow moving, akibatnya barang tersebut akan cenderung jarang ditemui konsumen bahkan bisa juga terjadi kelangkaan atas barang tersebut karena tidak banyak yang jual. Nah disinilah potensi kita memposisikan diri sebagai tempat one stop shopping bagi customer. Triknya, atas barang-barang slow moving tersebut perusahaan harus menetapkan margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan barang-barang umum lainnya. Wajar bukan? namanya juga barang langka. Kemudian terkait layout atau penataan atas barang-barang slow moving tersebut haruslah di tempat-tempat yang mudah diketahui konsumen, jangan sampai konsumen tidak tahu kalau perusahaan anda menjual barang tersebut. Mengapa lokasi-lokasi strategis justru untuk penyimpanan barang tipe slow moving? Kalau barang fast moving meskipun ditaruh di tempat pojokan sekalipun konsumen tetep akan beli. Kalau barang slow moving ditaruh di pojokan yang aksesnya sulit? Bisa bisa gak bakalan move tuh barang, udah barangnya langka, gak kelihatan pula. Jadi stok slow moving masih bisa jadi asset kita ya, jangan asal buang barang.

Kemudian bagaimana dengan barang-barang yang mendekati expired? Bisa rugi dong kalau barang ini gak cepat keluar? Untuk barang-barang dengan tipe seperti ini perusahaan harus berani turunkan harga. Pakai tulisan promo diskon gede gede biar konsumen lebih tertarik dengan barang-barang tersebut. Jadi perusahaan terpaksa harus menurunkan lagi profit marginnya atas barang-barang tersebut, yang penting barang tersebut keluar dulu daripada gak bisa keluar malah jadi bad stok yang merugikan perusahaan. Kemudian untuk penataannya, barang-barang ini harus ditata ditempat yang paling depan, paling menonjol. Pokoknya begitu konsumen masuk langsung pandangan pertamanya ada pada barang-barang diskon ini. Dengan begitu informasi terkait diskon ini pasti akan tersampaikan ke konsumen, harapannya barang tersebut langsung diborong habis oleh konsumen, hehe.

Demikian sedikit trik yang bisa dipakai untuk mengelola stok perusahaan yang berpotensi merugikan tapi malah bisa menjadi senjata bagi kita. Semoga artikel ini bisa banyak membantu rekan-rekan dalam mengelola stok perusahaannya. Salam sukses!!

Sekian artikel mengenai managemen stok ini kami bahas. Apabila ada yang ingin dikonsultasikan mengenai artikel ini ataupun permasalah bisnis anda yang lain, bisa hubungi kami di 087 777 510 668 / 0821 3232 8778 / 031 734 6576.

Created by : Lukas Setyawan (EC of D’Consulting Business Consultant)

©2018 D'Consulting Business Consultant - Total Solution for Your Business Growth

Log in with your credentials

Forgot your details?